Membeli rumah sendiri adalah tujuan hidup bagi kebanyakan orang. Namun di sebagian wilayah Rusia, gagasan ini menjadi kenyataan yang aneh. Seperti yang dilansir oleh sebuah surat kabar Inggris Matahari di daerah terpencil saat ini dimungkinkan untuk membeli apartemen dengan harga yang tidak cukup untuk sebuah smartphone terbaru.
Sebuah video clip yang dibagikan di jejaring sosial menarik perhatian pada situasi yang tidak masuk akal tersebut. Di dalamnya, wanita tersebut pertama-tama menunjukkan iPhone baru dan kemudian melihat tawaran apartemen di Vorkuta. Gambar-gambar tersebut disertai dengan keterangan singkat: “Saya memegang sebuah apartemen di Vorkuta di tangan saya.”
Vorkuta-lah yang menjadi simbol paling menonjol dari kemunduran ini. Di bekas pusat pertambangan, apartemen kini dijual dengan harga yang lebih mirip pasar daripada pasar genuine estat. Apartemen termurah yang ditawarkan menurut iklan harganya sekitar tiga puluh ribu mahkota.
Para ekonom memperingatkan bahwa kesenjangan antara Moskow dan negara-negara lain terus melebar. Rezim Presiden Vladimir Putin berusaha meredam dampak sanksi terutama di ibu kota dan Sankt Peterburg, sementara daerah-daerah terpencil menanggung beban krisis yang paling parah. Di sinilah harga genuine estat turun ke titik terendah, karena orang-orang berangkat kerja di tempat lain dan apartemen tetap kosong.
Sementara perumahan di daerah miskin hampir kehilangan nilainya, barang elektronik modern-day menjadi simbol kekayaan. Impor merek-merek Barat sangatlah rumit, seringkali dilakukan melalui perantara dan dengan biaya tambahan yang tinggi. Model iPhone baru di Rusia mewakili kemewahan yang tidak terjangkau bagi banyak orang.
Menurut media, perekonomian Rusia juga mempunyai masalah di tingkat negara. Belanja perang meningkat, dana cadangan menipis, dan Moskow semakin bergantung pada bantuan keuangan dari Tiongkok. Pada saat yang sama, pendapatan dari minyak dan gas menurun. Dampaknya juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Suku bunga telah melonjak hingga dua puluh persen, pajak akan dinaikkan lagi, dan belanja sosial mulai digantikan oleh anggaran militer. Hasilnya adalah situasi paradoks di mana, di beberapa bagian negara, harga sebuah apartemen lebih murah daripada harga telepon di saku Anda.










