Minggu, 25 Januari 2026 – 14:35 WIB

Jakarta Operasional TikTok di Amerika Serikat (AS) resmi berpindah tangan, dengan konsorsium yang dipimpin oleh Silver Lake, Oracle, dan MGX (perusahaan investasi negara Uni Emirat Arab/UEA) kini mengendalikan 45 persen platform video sosial tersebut.

Baca Juga:

Listrik Ratusan Ribu Rumah di AS Padam Terdampak Badai Salju

Berdasarkan ketentuan kesepakatan yang dirilis pada Desember 2025, bisnis TikTok di AS akan dimiliki oleh perusahaan patungan bernama TikTok USDS Joint Venture, seperti dikutip dari situs Harta bendaMinggu, 25 Januari 2026.

Silver Lake, Oracle dan MGX akan memiliki 45 persen, 5 persen akan dipegang oleh investor baru lainnya, 30,1 persen akan dipegang oleh afiliasi dari investor ByteDance Technology yang sudah ada, dan 19,9 persen akan dipertahankan oleh ByteDance.

Baca Juga:

China Masuk Era Robot, Permintaan Profesi Ini Melonjak Tajam

Alhasil, TikTok menunjuk Adam Presser sebagai CEO TikTok USDS Joint Venture. Ia sebelumnya menjabat sebagai kepala operasi serta trust and safety TikTok, dan telah bekerja hampir empat tahun di perusahaan tersebut.

Sebelum bergabung dengan TikTok, Adam Presser merupakan eksekutif senior di Warner Bros. Ia akan didampingi oleh Will Farrell yang akan menjabat sebagai kepala keamanan. Tugasnya mengawasi program privasi data dan keamanan siber yang komprehensif dari TikTok USDS Joint Venture.

Baca Juga:

Uni Eropa Mulai Jauhi China dan Huawei

Sebelumnya, Will memegang berbagai peran di TikTok, dan Booz Allen Hamilton. TikTok juga mengungkapkan, perusahaan patungan baru ini akan dikelola oleh dewan direksi beranggotakan tujuh orang, dengan mayoritas warga negara AS.

Selain Shou Chew (mantan CEO TikTok sebelum diakuisisi), enam dewan direksi tersebut adalah Timothy Dattels (TPG Global), Mark Dooley (Susquehanna International Group), Egon Durban (co-CEO Silver Lake), Raul Fernandez (CEO DXC Technology), Kenneth Glueck (Oracle), dan David Scott (MGX).

Keamanan data dan pengawasan AS merupakan kunci kesepakatan ini. Mulai dari data pengguna AS, aplikasi, dan algoritma melalui langkah-langkah privasi data dan keamanan siber yang komprehensif.

“Perusahaan ini akan melindungi ekosistem konten AS melalui kebijakan kepercayaan dan keamanan yang kuat serta moderasi konten, sambil memastikan akuntabilitas berkelanjutan melalui pelaporan transparansi dan sertifikasi pihak ketiga,” tulis keterangan resmi TikTok.

Data pengguna AS dijamin akan dilindungi oleh USDS Joint Venture di lingkungan cloud AS yang aman milik Oracle. Perusahaan patungan ini akan mengoperasikan program privasi data dan keamanan siber yang komprehensif yang diaudit dan disertifikasi oleh pakar keamanan siber pihak ketiga.

WHO Sebut Keluarnya AS dari Keanggotaan Bikin Dunia Kurang Aman

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan harapannya agar AS dapat kembali berpartisipasi secara aktif di masa mendatang di organisasi itu. Berharap AS masuk lagi.

img_title

VIVA.co.id

25 Januari 2026

Tautan Sumber