Kamis, 5 Februari 2026 – 14:00 WIB

VIVA – Persatuan Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan larangan seumur hidup kepada 73 orang untuk terlibat dalam aktivitas sepak bola serta memberikan sanksi kepada 13 klub profesional.

Baca Juga:

IIMS 2026 Bakal Jadi Panggung Perdana SUV Listrik Baru

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang melibatkan mantan pejabat federasi, pelatih, hingga pelaku di industri sepak bola China.

Media pemerintah China melaporkan bahwa sanksi dijatuhkan atas “pelanggaran serius” terhadap nilai sportivitas. Pelanggaran tersebut meliputi pemberian dan penerimaan suap, pengaturan skor, serta praktik perjudian yang merusak integritas kompetisi.

Baca Juga:

Ada Kebijakan Baru untuk Mobil China

Sejumlah nama besar masuk dalam daftar hukuman larangan seumur hidup. Di antaranya mantan Ketua CFA Chen Xuyuan, mantan wakil ketua Li Yuyi dan Du Chaochai, serta mantan sekretaris jenderal Liu Yi.

Baca Juga:

China-Rusia Tegaskan Solid Lawan ‘Hukum Rimba’ AS

Selain itu, mantan pelatih tim nasional China, Li Tie, juga menerima larangan seumur hidup dari seluruh aktivitas sepak bola. Ia sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara 20 tahun pada akhir 2024 setelah terbukti menerima suap sebesar 16 juta dolar AS atau sekitar Rp268 miliar.

CFA menyatakan bahwa seluruh individu yang dihukum terbukti melanggar hukum, termasuk menerima dan memberikan suap, terlibat judi bola, serta memanipulasi hasil pertandingan yang bertentangan dengan prinsip permainan yang adil.

Sanksi juga menyasar sejumlah pemain. Hukuman diberikan karena perilaku negatif dalam pertandingan, termasuk tidak bermain secara sungguh-sungguh dan melanggar etika olahraga. Beberapa nama yang disebut antara lain mantan pemain Tianjin TEDA Bai Yuefeng, eks pemain Shenzhen FC Li Fei, serta mantan pemain Zhejiang Yiteng Hao Qiang.

Di level klub, CFA menjatuhkan pengurangan poin antara tiga hingga 10 poin serta denda 200 ribu hingga satu juta RMB (sekitar Rp483 juta sampai Rp2,41 miliar) kepada 13 klub liga profesional musim 2026. Klub yang terkena sanksi meliputi Tianjin Jinmen Tigers, Shanghai Shenhua, Qingdao Manatee, Wuhan Three Towns, Shandong Taishan, Henan FC, Zhejiang Professional, Shanghai Harbor, Beijing Guoan, Meizhou Hakka, Changchun Yatai, Suzhou Soochow, dan Ningbo Professional.

Melalui pernyataan resmi di akun Weibo, CFA menegaskan komitmen menjalankan arahan pemerintah pusat terkait kebijakan nol toleransi terhadap pelanggaran di sepak bola. Federasi juga meminta pemain dan klub lain menjadikan kasus ini sebagai peringatan keras.

Halaman Selanjutnya

Langkah disipliner tersebut merupakan bagian dari kampanye anti-korupsi yang lebih luas di China yang digalakkan sejak 2012 di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber