Rabu, 04 Februari 2026 – 15:36 WIB

Petugas Dinas Pertanian Kota Denpasar, Bali menyosialisasikan pencegahan rabies kepada para pemilik anjing di Denpasar. Foto: ANTARA/HO-Pemkot Denpasar.

bali.jpnn.comDENPASAR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Bali mencatat cakupan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) terutama anjing selama 2025 mencapai 482.868 ekor atau 85,35 persen dari total populasi sebanyak 565.737 ekor.

Distan Pangan Bali melihat capaian tertinggi ada di Kabupaten Karangasem.

Sebanyak 96,25 persen anjing di Bali Timur itu telah mendapat suntikan vaksin rabies, sementara yang masih rendah adalah Kabupaten Jembrana dengan 64,92 persen.

“Kalau angka rabies di Bali itu sudah vaksinasi cakupannya 85,35 persen, cukup bagus itu untuk jumlah populasi hampir 600 ribu ekor anjing,” kata Kepala Distan Pangan Bali Wayan Sunada dilansir dari Antara.

Berdasar data Dinas Kesehatan Bali, sepanjang 2025 sebanyak 66.760 orang mengalami gigitan HPR dengan 16 orang diantaranya meninggal dunia akibat tidak datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapat vaksin anti rabies (VAR) manusia.

Kadistan Pangan Bali menyampaikan yang menjadi tantangan timnya di lapangan adalah maraknya anjing liar yang dilepasliarkan oleh pemilik sehingga sulit divaksin.

Tim Distan Pangan Bali juga harus turun ke jalan mencari-cari anjing liar untuk langsung divaksin.

Jika tidak maka berpotensi tertular rabies dan menggigit masyarakat yang melintas.

Distan Pangan Bali mencatat cakupan vaksinasi hewan penular rabies (HPR) terutama anjing selama 2025 mencapai 482.868 ekor atau 85,35 persen

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Bali di Google Berita

Tautan Sumber