Jumat, 9 Januari 2026 – 20: 39 WIB
Jakarta — Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan rencana merging tiga anak usaha Pertamina dalam waktu dekat. Hal tersebut dibahas dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hari ini.
Baca Juga:
Pulihkan Akses Air Bersih di Aceh Tamiang, Pertamina-Elnusa Serahkan Alat Bor Sumur Air
Simon mengatakan, pertemuannya dengan Menteri Purbaya akan membahas beberapa poin terkait rencana merger PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Delivery (PIS).
“Rencana integrasi bisnis hilir kami integrasi. Jadi, kami akan menggabungkan Kilang Pertamina Indonesia (internasional), Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina International Shipping,” kata Simon, di Kementerian Keuangan, Jumat, 9 Januari 2026
Baca Juga:
Purbaya Heran Soal Prinsip Ultimum Remedium di Kasus Pelanggaran Cukai, Begini Katanya
Simon word play here mengungkapkan bahwa insentif menjadi salah satu topik pembahasan rapatnya bersama Purbaya. Tetapi, dia tidak mengelaborasi lebih lanjut soal rencana bentuk insentif yang akan diambil untuk memberikan keringanan proses merger.
“Termasuk (insentif),” jawabnya.
Baca Juga:
Purbaya Ungkap Banyak Perusahaan Baja China di RI yang Tak Bayar Pajak
Diketahui, Pertamina mulanya menargetkan penggabungan tiga anak usaha itu bakal rampung pada 1 Januari 2026 Namun, rencana aksi korporasi itu masih belum dapat diselesaikan.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, pada Rabu (19/ 11/ 2025, menyampaikan perseroan mendapat pengawalan dari Danantara Indonesia untuk melakukan integrasi di bisnis hilir, yang terdiri dari sektor comercial and trading, refinery dan kilang, serta logistik.
Agung memaparkan, proses streamlining atau strategi menyederhanakan operasional bisnis ini merupakan arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi dan mengurangi kompleksitas operasional.
Tujuan utama dari program enhancing ini adalah untuk dapat fokus kepada core company atau bisnis inti dari Pertamina, yaitu dalam bidang minyak dan gas, pengolahan hingga distribusi energi, serta energi baru terbarukan.
Selain itu, strategi ini juga diharapkan dapat menambah daya saing perusahaan, dan lebih efisien dalam pengambilan keputusan.
“Tentunya ditargetkan bahwa nilai tambah yang lebih besar bagi pemegang saham atau unlock worth dapat dilakukan,” terangnya. (Ant)
SAL Rp 75 Triliun Ditarik Pemerintah, OJK: Dampak ke Likuiditas Bank Tak Signifikan
Dian OJK mengatakan, penarikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp 75 triliun oleh pemerintah dari Bank-bank Himbara, tidak akan berdampak signifikan bagi likuiditas perbankan.
VIVA.co.id
9 Januari 2026










