3.494 Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Kerugian Rp 49 Miliar

masyarakat diminta hati-hati dan lebih waspada pada modus penipuan online. Ilustrasi: Ricardo/JPNN. com

jpnn.com JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan cinta, hubungan, romansa scam menjadi salah satu tren kejahatan finansial digital yang sedang meningkat dan dilakukan secara international.

Karena itu, OJK meminta kepada semua masyarakat untuk hati-hati terhadap modus penipuan tersebut.

“Terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional,” katanya dikutip Minggu (11/1

Baru-baru ini, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara jaringan internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Praktik penipuan itu terbongkar setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/ 1, pukul 13 00 WIB.

Dalam operasi penipuan itu, dimanfaatkan aplikasi kencan daring, kloningan dari aplikasi asal China bernama WOW.

Para pegawai perusahaan itu dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.

Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim present yang tersedia di dalam aplikasi.

OJK menyebut love, connection, romance rip-off menjadi salah satu tren kejahatan finansial electronic yang sedang meningkat dan dilakukan secara global

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita

Tautan Sumber