Jumat, 19 September 2025 – 19:21 WIB
Depok, VIVA – Pemerintah Kota Depok mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak saat ini. Bukan hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan membangun budaya baru di masyarakat memilah sampah dari rumah.
Baca juga:
Pilot Project Budaya Pilah dari Rumah Bisa Kurangi Ratusan Kg Sampah di TPA Cilegon
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengungkapkan, langkah konkret untuk mengatasi permasalahan sampah adalah melalui Program Peningkatan Pengelolaan Limbah Padat untuk Mendukung Proyek Kota Regional dan Metropolitan (ISWMP). Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga pada perbaikan sistem layanan dari hulu ke hilir.
Salah satu komponen kuncinya adalah kegiatan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM), yang mendorong perubahan perilaku melalui edukasi dan praktik nyata. Untuk itu, ISWMP melaksanakan proyek percontohan di Perumahan Green Le Mirage RT 004 RW 002, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.
Baca juga:
Cimahi Pangkas Timbulan Sampah 30 Ton per Hari Pakai Strategi Ini
![]()
Truk antre ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok
“Saya sangat menyambut baik program proyek percontohan di Green Le Mirage, harapannya bisa diduplikasi di seluruh RT/RW Kota Depok,” ujar Chandra dikutip dari keterangannya, Jumat, 19 september 2025.
Baca juga:
Unilever Indonesia Terapkan 3 Prinsip Ini Kurangi Pakai Kemasan Berbahan Plastik
Dia menjabarkan, pelaksanaan proyek percontohan ini menjadi langkah strategis untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, proyek ini bertujuan menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Ketika masyarakat mulai memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu, maka jumlah sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan secara signifikan. “Jika diterapkan secara luas, pendekatan ini tak hanya mengurangi tekanan terhadap TPA Cipayung, tetapi juga memperkuat pondasi sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tegasnya.
DIa mengungkapkan, kesadaran ini menjadi modal penting dalam membentuk sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan, di mana peran aktif masyarakat menjadi inti dari perubahan. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung dan personal, melalui pertemuan tatap muka, diskusi kelompok, dan kunjungan rumah ke rumah.
Dengan cara ini, pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan diinternalisasi oleh warga. Hasilnya, tak hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga tumbuhnya kesadaran kolektif, rasa tanggung jawab, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Untuk memastikan keberhasilan program, proyek ini dilengkapi dengan sarana yang mudah diakses dan digunakan warga. Di setiap rumah disediakan ember terpisah untuk sampah sisa makanan, Dropbox anorganik ditempatkan di titik-titik strategis, dan lubang biopori disiapkan untuk mengolah sampah organik langsung di lingkungan.
Fasilitas ini dirancang sederhana namun efektif agar dapat dioperasikan mandiri oleh warga. Sejak program memilah sampah ini berjalan, sampah di Green Le Mirage dapat berkurang hingga mencapai 80 persen, dari semula sekitar 270 kg/hari menjadi hanya 70 kg/hari.
Halaman Selanjutnya
DIa mengungkapkan, kesadaran ini menjadi modal penting dalam membentuk sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan, di mana peran aktif masyarakat menjadi inti dari perubahan. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung dan personal, melalui pertemuan tatap muka, diskusi kelompok, dan kunjungan rumah ke rumah.










