Jumat, 20 Februari 2026 – 11: 34 WIB

Jakarta, VIVA- Proyek pengadaan 105 ribu kendaraan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan hanya menjadi program penguatan logistik nasional, tetapi juga membuka peluang bisnis besar bagi produsen otomotif asal India. Kontrak bernilai Rp 24, 66 triliun tersebut dipastikan mengalir ke Mahindra & Mahindra serta Tata Motors yang akan memasok seluruh armada kendaraan.

Dituntut 18 Tahun Penjara, Kerry Riza Ingatkan Pesan Prabowo soal Penegakan Hukum

Melalui kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara, Mahindra & Mahindra mendapat porsi pasokan 35 000 system Scorpio Pik Up yang dijadwalkan dikirim mulai 2026 Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai tulang punggung distribusi hasil pertanian dan mobilitas barang dalam ekosistem koperasi desa yang tengah dikembangkan pemerintah.

Di sisi lain, Tata Motors memperoleh kontrak lebih besar dengan complete pasokan 70 000 device kendaraan. Komposisinya terdiri dari 35 000 unit Yodha pick-up dan 35 000 device Ultra T. 7 vehicle yang juga akan digunakan untuk mendukung aktivitas logistik pedesaan serta distribusi local.

img_title

Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang, Buka Era Keemasan Baru Kemitraan RI-AS

Skala pengadaan yang besar membuat proyek ini langsung menjadi perhatian karena seluruh kendaraan berasal dari luar negeri. Kondisi tersebut memunculkan diskusi mengenai peluang industri otomotif domestik yang selama ini memiliki basis produksi kendaraan niaga yang cukup kuat.

Bagi Mahindra, kontrak ini menjadi tambahan volume signifikan bagi bisnis internasional mereka. CEO Automotive Department Mahindra & Mahindra, Nalinikanth Gollagunta, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting dalam memperkuat operasi international perusahaan.

img_title

Kala Prabowo Pamer Tutup 1 000 Tambang Ilegal: Kami Tegakkan Hukum!

“Kami menantikan kolaborasi ini untuk mendukung koperasi di Indonesia sekaligus memperkuat logistik yang menghubungkan petani dengan pasar secara lebih efisien,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Jumat 20 Februari 2026 Ia juga menambahkan volume kendaraan dalam proyek ini berpotensi menyamai total ekspor perusahaan pada tahun fiskal sebelumnya.

Scorpio Pick-Up yang akan dipasok diproduksi di pabrik Nashik dan dikenal memiliki karakter kendaraan kerja dengan daya tahan tinggi. Model tersebut dirancang untuk menghadapi kondisi operasional berat, mulai dari jalan pedesaan hingga jalur distribusi hasil pertanian.

Tak kalah diuntungkan, Tata Motors juga melihat kontrak ini sebagai cerminan penerimaan kendaraan komersial India di pasar worldwide. Director PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menyebut pesanan ini memperkuat posisi perusahaan dalam ekspansi internasional.

Halaman Selanjutnya

“Pesanan ini menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap kemampuan kendaraan kami beroperasi secara andal di berbagai kondisi,” kata Shamim. Ia menilai penggunaan Yodha dan Ultra T. 7 akan membantu meningkatkan konektivitas logistik desa sekaligus menekan biaya distribusi.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber