New Delhi: Swiss akan menjadi tuan rumah KTT AI berikutnya di Jenewa, Presiden Swiss Guy Parmelin mengumumkan pada hari Kamis di sela-sela KTT Dampak AI yang diadakan di Bharat Mandapam di New Delhi.

Perdana Menteri Narendra Modi berinteraksi dengan Presiden Swiss Guy Parmelin dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. (@narendramodi)

“Swiss bersiap menjadi tuan rumah KTT AI 2027 di Jenewa, setelah bekerja sama dengan tuan rumah KTT AI 2028 berikutnya, Uni Emirat Arab, sebagai mitra KTT Jenewa,” kata Presiden Parmelin.

HT telah melaporkan pada hari Rabu bahwa Swiss diperkirakan akan menjadi tuan rumah KTT AI berikutnya. Presiden mengumumkan niat negaranya untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak berikutnya pada sidang pleno para pemimpin pada hari Kamis, yang kemudian dikonfirmasi oleh PM Modi.

Baca juga: AI Impact Summit: PM Modi memperkenalkan visi MANAV yang mempromosikan AI yang beretika dan inklusif

Pada pertemuan bilateralnya dengan Perdana Menteri Narendra Modi, yang diadakan di sela-sela KTT AI, Parmelin mengatakan pertemuan tersebut “sangat baik,” seraya menambahkan bahwa ia dan PM Modi melakukan diskusi yang berharga mengenai AI, kerja sama multilateral, dan hubungan perdagangan mereka.

“Perjanjian Investasi bilateral yang baru akan semakin mendukung tujuan kita bersama untuk mempromosikan investasi Swiss di India dan mendukung penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan,” demikian pernyataan yang diterbitkan oleh Presiden Swiss.

“Swiss mempunyai hubungan yang sangat erat dengan India. Kita merayakan 25 tahun hubungan ini pada tahun 2024. Kita juga menandatangani TEPA (Perjanjian Kemitraan Perdagangan dan Ekonomi) yang mulai berlaku pada bulan Oktober 2025. Dan kita juga berharap dapat memperkuat hubungan kita dalam hal AI dan penelitian,” kata Presiden dalam bahasa Perancis saat menjawab pertanyaan.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, sejak Perjanjian Perdagangan dan Kemitraan Ekonomi (TEPA) Asosiasi Perdagangan Bebas India-Eropa (EFTA), hubungan ekonomi India-Swiss mengalami momentum yang kuat.

Berbicara tentang bagaimana AI mengubah kehidupan sehari-hari, Presiden mengatakan bahwa apa yang membuat AI revolusioner bukan hanya kecepatan atau potensi penggunaannya, namun dampak langsungnya terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, dan cara orang bekerja dan berkomunikasi. Ia menambahkan bahwa jika dikelola dengan bijak, AI dapat mendorong inovasi, mengurangi kesenjangan, dan menciptakan kesejahteraan yang tidak hanya mencakup kelompok yang memiliki hak istimewa.

Tautan Sumber