Jumat, 20 Februari 2026 – 09:35 WIB
Washington DC, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani perjanjian perdagangan di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.
Perjanjian tersebut menandai kesepakatan tarif resiprokal 19 persen untuk sejumlah produk Indonesia ke pasar AS.
“Hari ini, tadi pagi Bapak Presiden langsung menandatangani kerja sama, Agreement on Reciprocal Trade dan ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump dalam pertemuan bilateral antara kedua pemimpin itu berjalan cukup lama sekitar 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace,” kata Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers.
Setelah diteken oleh kedua kepala negara, dokumen teknis dan lampiran Agreement on Reciprocal Trade dilanjutkan pembahasannya di Kantor United States Trade Representative (USTR).
“Sehingga seluruh persoalan investasi dan persoalan perdagangan antara Indonesia dan Amerika nanti akan dibahas dulu apabila terjadi kenaikan yang di luar terlalu tinggi atau hal yang dianggap bisa mengganggu neracara daripada kedua negara,” tutur dia.
Dia menjelaskan, kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat ini merupakan hasil negosiasi panjang sejak diumumkan oleh Donald Trump pada April 2025.
Pemerintah Indonesia bahkan telah mengirimkan empat surat resmi sepanjang 2025. Sebanyak 90% usulan pemerintah Indonesia disetujui oleh pihak Amerika Serikat.
“Kesepakatan ini berbeda dengan ART negara lain karena AS sepakat mencabut pasal non-ekonomi, seperti kerja sama reaktor nuklir, pertahanan, dan keamanan sehingga perjanjian murni fokus pada perdagangan,” jelas Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menuturkan, perjanjian dagang ini bertujuan untuk mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama, rantai pasok yang kuat, dan menghormati kedaulatan dari masing-masing negara.
Trump Gelontorkan Rp162 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza Via BoP, Setara Anggaran 14 Hari Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan komitmen US$10 (sekitar Rp162 triliun) dari AS untuk mendukung rekonstruksi Jalur Gaza, melalui Board of Peace
VIVA.co.id
20 Februari 2026










