Jumat, 20 Februari 2026 – 08:56 WIB

Jakarta – Bursa Asia-Pasifik menunjukkan pergerakan beragam pada  pembukaan perdagangan pasar hari ini, Jumat, 20 Februari 2026. Fluktuasi menyusul koreksi tajam di bursa Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan dari ketegangan negaranya dengan Iran.



Kunjungan Prabowo ke AS Disebut Buka Akses Pasar dan Perkuat Dukungan untuk Palestina

Iran diketahui meningkatkan serangan kepada AS. Keputusan ini seiring Presiden AS, Donald Trump, mengatakan akan mengambil keputusan mengenai tindakan militer terhadap Teheran dalam 10 hari ke depan.

Bendera AS-Iran


img_title

Pasukan AS Siap Serang Iran Akhir Pekan Ini

Para investor kini tengah menilai data inflasi Jepang. Pada bulan Januari 2026, inflasi utama Jepang turun di bawah target bank sentral di level 2 persen untuk pertama kalinya dalam 45 bulan.

Bank sentral Tiongkok (PBOC) akan merilis keputusan suku bunga pinjaman utama (loan prime rate/LPR) hari ini. Saat ini, LPR satu tahun dan lima tahun berada di level 3 persen dan 3,5 persen.


img_title

Rusia Peringatkan Serangan Baru ke Iran Berisiko Picu Insiden Nuklir, Guncang Stabilitas Global

Dikutip dari CNBC Internasionalindeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,04 persen. Indeks Topix juga mengalami penurunan drastis sebesar 1,12 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi mnguat 0,66 persen. Sementara itu, indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil merosot 0,19 persen .

Indeks S&P/ASX 200 Australia terpantau melemah 0,2 persen pada awal perdagangan. Pasar di daratan China dan Hong Kong masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek.

Di Wall Street, emiten saham terkait kredit swasta dan perangkat lunak (software) mengalami tekanan besar imbas ketegangan Iran-AS. Kondisi ini menyebabkan ketiga indeks acuan tergerus.

Indeks Dow Jones Industrial Average memimpin penurunan sebesar 0,54 persen. Indeks S&P 500 kehilangan 0,28 persen dan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menyusut 0,31 persen.

Presiden AS Donald Trump di World Economy Forum Davos 2026.

Donald Trump Sesumbar ‘Minyak Venezuela Akan Dipompa ke AS’, Apa Artinya?

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan minatnya untuk memanfaatkan cadangan minyak Venezuela—yang disebut terbesar di dunia—untuk dipompa ke negaranya.

img_title

VIVA.co.id

19 Februari 2026

Tautan Sumber