Jumat, 20 Februari 2026 – 07:10 WIB

Jakarta – Presenter dan desainer ternama Tanah Air, Ivan Gunawan, kembali menjadi sorotan publik. Namun kali ini bukan karena karya fesyen atau kiprahnya di layar kaca, melainkan pengakuannya yang lugas mengenai persiapan menghadapi kematian.



Jualan Sabun Mandi Rp400 Ribu di TikTok tapi Gak Laku, Ivan Gunawan: Sabar Ya…

Sosok yang akrab disapa Igun itu secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya telah menyiapkan berbagai hal sebagai bekal menuju akhir kehidupan. Scroll lebih lanjut yuk!

Kesadaran tersebut, menurutnya, lahir dari pemahaman mendalam tentang hakikat hidup yang fana. Tak hanya memperkuat sisi mental dan spiritual, pria berusia 44 tahun itu bahkan telah menyiapkan kebutuhan pemulasaraan jenazah secara pribadi.


img_title

Raffi Ahmad Beli Tas Mewah Ivan Gunawan untuk Donasi Pembangunan Masjid di Jepang

“Punya, kain kafan ada. Kain kafan ada. Yang mandiin standby. Semua ready. Gitu,” kata Ivan Gunawan, saat ditemui di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat pada Rabu, 18 Februari 2026.

Pengakuan tersebut sontak mengejutkan banyak pihak. Meski terdengar tak biasa, Igun menegaskan bahwa langkah itu bukan bentuk pesimisme, melainkan refleksi diri agar senantiasa siap menghadapi takdir.


img_title

Ivan Gunawan Diingetin Netizen Buka Aib Artis: Udah Haji Loh, Jangan Ghibah!

Baginya, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta, sehingga persiapan terbaik adalah keniscayaan.

Tidak berhenti pada persiapan pribadi, Ivan Gunawan juga berencana melengkapi fasilitas di masjid dan rumah tahfiz yang ia dirikan dengan sarana penunjang kebutuhan masyarakat saat berduka.

“Bahkan di masjid ini juga insya Allah saya mau beli keranda, mau beli ambulans, mau dipersiapkan. Jadi ini bener-bener bisa menjadi tempat yang berguna untuk masyarakat sekitar,” tambahnya.

Perubahan cara pandangnya terhadap kehidupan diakui sebagai hasil pembelajaran bersama para ulama.

Ia merasa penting untuk menyeimbangkan kesuksesan duniawi dengan kesiapan menghadapi kehidupan setelah mati.

“Kan diajarin sama para ulama untuk bertobat, untuk minta maaf sama Allah, untuk menyadari kesalahan-kesalahan yang terdahulu. Kalau manusia itu kan yang dilihat itu hasil akhirnya nanti. Jadi bagaimana caranya kita berlomba-lomba mencari dan mempersiapkan hasil akhir yang lebih baik lagi,” jelas Ivan Gunawan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengelolaan rumah tahfiz yang kini menampung 130 santri. Di tempat itu, Ivan bertindak sebagai orang tua asuh yang menjamin kebutuhan hidup dan pendidikan para santri agar mereka dapat fokus mendalami ilmu agama.

Halaman Selanjutnya

Untuk mendukung masa depan para santri, ia juga menggandeng Ustaz Fatih dalam membuka akses pendidikan hingga ke jenjang universitas. Meski memiliki tekad besar dalam bidang sosial dan keagamaan, Ivan memilih untuk tidak menetapkan target ambisius terkait pembangunan masjid di tempat lain.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber