Jumat, 20 Februari 2026 – 06:17 WIB
VIVA – Zohran Mamdani menjalani puasa Ramadhan perdananya sebagai Wali Kota New York — rumah bagi lebih dari satu juta Muslim di Amerika Serikat (AS) yang memulai puasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Suasana bulan suci kali ini terasa hingga ke Balai Kota. Bahkan, menurut Institute for Social Policy and Understanding, lebih dari 20 persen Muslim di Amerika Serikat tinggal di kota ini.
Di tengah semangat Ramadhan itu, Wali Kota Zohran Mamdani memulai harinya dengan berpuasa sebelum menghadiri agenda perumahan pada Rabu pagi. Saat ditanya bagaimana rasanya menjadi wali kota Muslim pertama di New York pada hari pertama Ramadhan, ia menjawab ringan, “Saat ini, saya merasa haus.”
Namun di balik candaan itu, Mamdani menyebut Ramadhan sebagai “bulan favoritnya sepanjang tahun.”
“Ini adalah bulan refleksi, bulan solidaritas,” ujarnya dilansir Berita CBS, Kamis, 19 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa Ramadhan kerap dipahami sebatas menahan makan dan minum dari matahari terbit hingga matahari terbenam, padahal esensinya jauh lebih dalam. “Yang mendorong kita sepanjang hari adalah kesempatan untuk benar-benar merenung.”
Ia berharap dapat terhubung dengan komunitas Muslim di seluruh penjuru kota, baik melalui undangan buka puasa bersama maupun proyek-proyek pelayanan sosial yang menjadi bagian dari nilai Ramadhan. “Baik mereka bangun untuk sahur sebelum bekerja, atau bekerja sepanjang malam lalu berhenti untuk berbuka, saya berharap bisa bertemu dengan mereka,” kata Mamdani.
Ucapan “Ramadhan Mubarak” pun ia sampaikan melalui kanal YouTube pribadinya, menyapa warga Muslim dengan doa agar bulan suci ini membawa keberkahan.
Semangat serupa terasa di berbagai sudut kota. Anggota Dewan Kota New York, Yusef Salaam, yang dikenal sebagai Muslim taat, menggambarkan Ramadhan sebagai perjalanan spiritual yang kian mendalam setiap tahun.
“Puasa spiritual semakin dalam karena Anda benar-benar fokus menjadikan diri Anda versi terbaik setiap saat,” ujarnya.
Bagi komunitas Muslim setempat, kehadiran wali kota Muslim memiliki arti tersendiri. Yahaya Abubakar, Direktur Islamic Cultural Center of New York, menyebutnya sebagai momen penting. “Bukan hal yang umum memiliki wali kota Muslim di New York. Ini sangat, sangat berarti bagi kami,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Di Upper East Side, ICCNY bersiap menampung sekitar 1.000 jemaah untuk salat pada hari pertama Ramadhan. Para pemimpin pusat kebudayaan itu mengingatkan bahwa awal Ramadhan ditentukan oleh kalender lunar Islam.










