VIVA –Salat tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang dikerjakan selama bulan Ramadan. Mengingat keutamaan salat Ramadan yang disebutkan dalam HR Bukhari dan Muslim bahwa salah satu keutamaan salat tarawih adalah diampuni dosa-dosanya.

Ibadah salat tarawih ini dapat ditunaikan secara mandiri (sendiri-sendiri) maupun berjamaah di masjid. Umumnya salat tarawih terdiri dari 8, 16 atau 20 rakaat dan diakhiri dengan salat sunah witir. Untuk kamu hari ini yang terpaksa mengerjakan salat tarawih dan witir secara mandiri lantaran pekerjaan dan tidak tau apa saja bacaan doa yang dipanjatkan setelahnya.

Berikut ini lafal doa kamilin yang dibaca setelah salat tarawih seperti melansir laman SEKARANG DaringKamis 19 Februari 2026.

AYa Allah sempurnakanlah kami dalam keimanan, pelaksana kewajiban, penghafal shalat, pelaku zakat, pencari rezeki bersama-Mu, dan ampunan-Mu. Berharap, dan berpegang teguh pada petunjuk, dan menjauhi omong kosong, dan bertapa di dunia, dan menginginkan akhirat, dan ridha dengan takdir, Dan atas nikmat yang kita syukuri, dan atas musibah kita bersabar, dan di bawah panji Muhammad, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian di hari kiamat, dan di hari kiamat, dan di baskom yang akan datang, dan kepada mereka akan masuk surga, dan akan selamat dari neraka, dan mereka akan duduk di atas tempat tidur kehormatan, dan mereka akan menikah, dan dari sutra, brokat, dan brokat. Memakai pakaian, dan makan makanan surga, dan minum susu murni dan madu, dengan gelas dan kendi serta segelas air tawar, dengan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan. Di antara mereka terdapat para Nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang syahid, dan orang-orang yang bertakwa, dan mereka itu adalah sahabat-sahabat yang baik. Itulah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah sebagai Yang Maha Mengetahui, ya Allah. Jadikan kami di malam yang mulia dan penuh berkah ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang celaka dan terbuang, dan dia berdoa Semoga Tuhan memberkati junjungan kami Muhammad dan keluarganya serta semua sahabatnya, dengan rahmat-Mu, ya Yang Maha Penyayang dari Yang Maha Penyayang, dan segala puji bagi Tuhan, Tuhan semesta alam.

Allahummaj’alna bil îmani sempurna. Wa lil farâidli muaddin. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Liz-zakâti fa’ilîn kami. Wa lima’ bukan thalibin. Wa li ‘afwika rajîn. Wa bil-hudâ mutamaskîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlîn. Wa fid-dunia zahdin. Dan di akhirat ragibin. Wa bil-qadlya’I رضلîn. Wa lin na’mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal bala’i shabirîn. Ini adalah nama Muhammad, saw, dan Hari Pembalasan bersama kita. Wa ilal masuk surga. Kapal kami bersih. Wa ‘ala sariirl keajaiban qâ’idîn. Mereka adalah kaum ‘in mutazawwijîn. Yang satu sundusin, yang satu istabraqîn, yang satu mutalabbisîn. Dan siapakah yang mengetahui surga. Dan yang terakhir adalah ‘asalin mushaffan sâribîn. Bi akwabin wa abarîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzîna an’amta ‘alaihim minan nabiyyna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shalihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dalikal fadl-lu minallahi wa kaf’a billahi ‘alîman. Allahummaj’alnya fi hadzihil lailatisy syahrisy syarifail mubarakah minas su’adya’il maqbûlîn. Wa la taj’alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa Shallallahu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika adalah Tuhan semesta alam yang maha pengasih dan terpuji.

Halaman Selanjutnya

Doa setelah salat witirSementara itu terkait dengan doa witir, dalam kitab Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H), halaman 101 dijelaskan seseorang dianjurkan setelah shalat witir membaca tiga kali, subhānal malikil quddūs, kemudian membaca, Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

Tautan Sumber