Kamis, 19 Februari 2026 – 15: 12 WIB
Jakarta — Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah menghibahkan satu system pesawat untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh, sebagai langkah strategis dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan haji.
Peresmian dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.
Dahnil mengatakan, satu device pesawat yang dihibahkan Garuda untuk fasilitas manasik di Asrama Haji Kelas I Aceh itu, bukan hanya sekadar simbol atau pajangan. Hal itu karena hibah ini dirancang sebagai sarana untuk melakukan praktik langsung bagi para calon jemaah haji.
“Pesawat ini kami hadirkan agar jemaah merasakan suasana penerbangan haji,” kata Dahnil dalam keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026
“Jadi pada saat hari keberangkatan tiba, mereka (jemaah haji) bisa lebih tenang dan siap,” ujarnya.
Pesawat jenis Boeing 737 eks Citilink itu telah dirakit ulang dan disesuaikan menyerupai kabin aktif. Calon jemaah kini dapat mempraktikkan langsung proses boarding, penempatan bagasi kabin, penggunaan sabuk pengaman, hingga memahami prosedur selama penerbangan jarak jauh ke Tanah Suci.
Langkah ini menjawab persoalan klasik yaitu kecemasan jemaah, terutama kalangan lansia, saat pertama kali menghadapi perjalanan udara panjang. Manasik tidak lagi berhenti pada teori rukun dan wajib haji, tetapi menyentuh aspek teknis perjalanan yang kerap menjadi sumber kekhawatiran.
Penempatan pesawat di Aceh juga dinilai memiliki nilai historis. Karena dari daerah ini lahir Garuda Indonesia melalui pesawat legendaris Seulawah RI- 001, yang didukung rakyat Aceh. Hibah ini menjadi penghormatan atas kontribusi tersebut, sekaligus mengembalikan jejak sejarah ke tanah asalnya.
Di bawah kepemimpinan Glenny H. Kairupan, Garuda menegaskan perannya sebagai mitra strategis negara dalam ekosistem haji nasional. Sinergi pemerintah pusat, maskapai, dan daerah kini bergerak lebih konkret– mempersiapkan jemaah sejak dari embarkasi.
Dengan fasilitas ini, manasik di Aceh menjadi lebih komprehensif. Jemaah tak hanya memahami teori, tetapi juga siap secara psychological dan teknis menghadapi penerbangan haji yang sesungguhnya.
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Nunukan, Diduga di Antara Gunung ‘ Betung dan Pa’ Remayo
Pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Tarakan menuju Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dikabarkan jatuh di wilayah Kecamatan Krayan Timur.
VIVA.co.id
19 Februari 2026










