Kamis, 19 Februari 2026 – 14: 56 WIB
Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) mengattakan ‘ pedas’ atau tingginya harga cabai yang terjadi saat ini akan segera menurun dengan memastikan ketersediaan aneka cabai nasional. Sebab, saat ini dalam kondisi aman dan surplus untuk memasok kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/ 2026 Masehi.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Muhammad Taufiq Ratule menegaskan, pemerintah hadir secara aktif dalam memastikan ketersediaan pangan strategis bagi masyarakat. Hal itu, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jajaran Kementan juga melakukan pemantauan langsung di lapangan.
“Kepastian ini merupakan hasil penguatan produksi nasional, pemantauan intensif di sentra-sentra utama, serta sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis,” kata Taufiq dikutip dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026
Dia menegaskan, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, ketersediaan cabai berada dalam posisi surplus. Untuk komoditas cabai rawit, diproyeksikan excess sekitar 54 ribu lot pada Februari 2026 dan meningkat menjadi 99 ribu ton pada Maret 2026
“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Taufiq.
Sementara itu, cabai besar juga mencatat excess masing-masing 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu lot pada Maret 2026 Kondisi itu mencerminkan ketahanan pasokan nasional yang cukup kuat dalam menghadapi peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Dia menuturkan produksi cabai nasional pada periode Februari-Maret 2026 tersebut ditopang luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan Muh. Agung Sunusi menambahkan pihaknya telah melakukan kunjungan ke berbagai sentra produksi cabai khususnya di Garut, Sumedang, Bandung, serta Lombok Timur.
Hasil kunjungan menunjukkan pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Halaman Selanjutnya
“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga hari raya Idul Fitri,” kata Agung.










