Kamis, 19 Februari 2026 – 14:53 WIB

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menahan BI rate di level 4,75 persen.



DEN: Perbaikan Ekonomi Dongkrak Kepuasan Publik ke Prabowo hingga 79 Persen

Perry menambahkan, RDG BI pada 18 dan 19 Februari 2026 juga menetapkan untuk menahan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan Lending Facility sebesar 5,5 persen.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18 dan 19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen,” kata Perry dalam telekonferensi pers, Kamis, 19 Februari 2026.


img_title

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi US$431,7 Miliar Kuartal IV-2025 Gegara Ini

Gubernur BI, Perry Warjiyo

Gubernur BI, Perry Warjiyo

“Demikian juga dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility tetap 5,50 persen,” ujarnya.


img_title

Rupiah Melemah saat Defisit APBN Jadi Sorotan dan Kekhawatiran Publik

Perry menegaskan bahwa keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini, pada upaya penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Hal itu dilakukan guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kedepan, Perry memastikan bahwa BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan monoter dan kebijakan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini dengan tetap mencermati ruang penurunan suku bunga BI Rate lebih lanjut

“Sejalan dengan prakiraan inflasi di 2026-2027 yang terkendali rendah dalam sasaran 2,5 +/- 1 persen, dan upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Perry.

Kebijakan makroprudensial BI juga tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi atau pro-growth melalui peningkatan kredit pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas pemerintah.

Serta, lanjut Perry, mempercepat penurunan suku bunga kredit perbankan melalui implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM), dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan prudensial di perbankan.

“Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, dan peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran,” ujarnya.

Logo Bank Indonesia.

Tekanan dan Volatilitas Tinggi Arus Modal Masuk RI, Konsesus Ekonom Proyeksikan BI Tahan Tingkat Suku Bunga

Konsesus sejumlah ekonom meyakini bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia diproyeksikan tetap menahan suku bunga acuannya atau BI-Rate pada level 4,75 persen.

img_title

VIVA.co.id

19 Februari 2026

Tautan Sumber