Kamis, 19 Februari 2026 – 14: 52 WIB
Jakarta — Segmen kendaraan komersial ringan memperlihatkan pergerakan yang berbeda dibanding pasar mobil penumpang yang masih menghadapi tantangan pemulihan. Permintaan terhadap Daihatsu Grandmother Max justru menunjukkan tren positif, didorong meningkatnya aktivitas logistik, proyek infrastruktur, serta belanja pemerintah melalui program MBG.
Advertising & Consumer Connections Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengungkapkan bahwa proyek MBG memang memberikan efek terhadap penjualan Gran Max. Meski demikian, besaran kontribusi program tersebut tidak dapat dihitung secara pasti karena karakter pembeliannya.
“Kalau terdampak iya. Tetapi kalau berapa besar rasanya memang tidak bisa sampai ke sana,” ujarnya belum lama ini, dikutip VIVA Otomotif Kamis 19 Februari 2026
Ia menambahkan bahwa pola pembelian kendaraan niaga ringan umumnya tidak langsung terhubung dengan proyek tertentu dalam pencatatan perusahaan.
Tri menjelaskan, mayoritas konsumen membeli unit menggunakan identitas pribadi, bukan institusi atau badan usaha. Setelah device diterima, kendaraan biasanya dimodifikasi menjadi box, kendaraan logistik, atau disesuaikan dengan kebutuhan operasional lainnya.
“Di kami kebanyakan penggunaannya adalah dengan mobil tipe Gran Max pick up ataupun Grandma Max van. Umumnya masih menggunakan nama pribadi sehingga kami tidak bisa mengidentifikasi apakah ini digunakan untuk proyek tertentu,” katanya.
Kondisi ini membuat pelacakan penggunaan akhir kendaraan menjadi cukup kompleks di degree distribusi.
Selain dorongan dari proyek pemerintah, pertumbuhan penjualan Grandmother Max juga berasal dari sektor logistik yang berkembang pesat seiring ekspansi ecommerce. Kebutuhan pengiriman barang hingga ke wilayah dengan akses jalan terbatas membuat kendaraan angkut berukuran ringkas semakin dibutuhkan.
Gran Max dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut berkat dimensi yang kompak, fleksibilitas konfigurasi, serta biaya operasional yang relatif efisien. Penggunaannya tidak hanya terbatas pada perusahaan logistik besar, tetapi juga pelaku usaha menengah, UMKM, hingga kontraktor proyek lapangan.
Tingginya permintaan bahkan membuat beberapa varian Grandmother Max masih mengalami masa tunggu pengiriman. Hal ini memperlihatkan bahwa kendaraan niaga ringan tetap menjadi alat produksi utama bagi banyak sektor usaha di tengah dinamika ekonomi.
Halaman Selanjutnya
Berdasarkan information Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan berbagai varian Daihatsu Grandmother Max secara wholesales atau dari pabrik ke diler sepanjang 2025 mencapai sekitar 7 060 system. Kontributor terbesar berasal dari Grandmother Max Pick-Up 1 5 STD A/C PS sebanyak 4 123 system, disusul Gran Max Blind Van 1 3 AC dengan 1 727 unit.










