Kamis, 19 Februari 2026 – 13:00 WIB

VIVA –Istilah ‘mokel’ kembali menjadi trending topik di mesin pencarian Google sejak Kamis pagi 19 Februari 2026. Istilah mokel sendiri sudah akrab di telinga masyarakat tanah air terutama saat memasuki bulan Ramadan.



Mata Berat dan Sulit Fokus saat Puasa, Begini Cara Mengatasi Kantuk Selama Ramadhan

Lantas apa itu mokel? Kata ini sering digunakan untuk menyebut orang yang membatalkan puasa sebelum waktu berbuka tiba. Baik itu dengan makan, minum ataupun melakukan hal lain yang dapat membatalkan puasa.

Secara bahasa kata ‘mokel’ berasal dari bahasa Jawa. Dalam konteks aslinya kata ini merujuk pada aktivitas makan atau minum yang dilakukan di luar waktu yang seharusnya atau secara sembunyi-sembunyi.


img_title

7 Pos Pantau Didirikan di Ciputat Timur, Targetkan Zero Tawuran Selama Bulan Puasa

Hukum Mokel dalam Islam

Terkait dengan sengaja membatalkan puasa atau mokel Buya Yahya angkat bicara. Dijelaskan beliau bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan merupakan dosa besar.


img_title

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Ramadhan? Ini Aturannya Agar Tak Dehidrasi dan Ganggu Lambung

“Itu tidak boleh. Melewatkan puasa 1 hari di bulan Ramadhan itu dosa besar,” kata Buya Yahya dikutip dari saluran tersebut YouTube Buya Yahya, Kamis 19 Februari 2026.

Lebih lanjut diungkapkan Buya Yahya, hanya ada 9 kelompok masyarakat yang tidak bisa berpuasa di bulan Ramadhan. Mulai dari anak kecil yang belum baligh, orang yang kehilangan akal sehat atau tidak waras, orang sakit, orang lanjut usia, orang yang bepergian atau dalam perjalanan, ibu hamil, ibu menyusui, wanita haid, dan wanita dalam keadaan nifas.

Yang harus kita pahami, jangan ada seorang pun di antara kita yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan. Adapun alasannya ada 9: sakit, anak-anak, gila, hamil, menyusui, dan sebagainya. Tidak boleh puasa, ”ujarnya.

Jika melakukan tindak pidana di bulan Ramadhan, maka Buya Yahya menganjurkan untuk meminta ampun kepada Allah SWT. Setelah itu, wajib menunaikan puasa Ramadhan dan mengkompensasi utang puasa di luar bulan Ramadhan.

“Tapi kalau meninggalkan puasa tanpa alasan, maka itu dosa besar. Hendaknya dia bertaubat dan kalau bertaubat, Allah ampuni. Adapun puasa selanjutnya diterima,” jelas Buya Yahya.

Semoga dengan penjelasan tersebut kita dapat mengambil hikmahnya dan menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjalankan segala perintah-Nya.

Kegiatan puasa Ramadan di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat.

Puasa Ikut Pemerintah tapi Lebaran ke Muhammadiyah, Ada Risikonya

Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan awal puasa Ramadhan 2026 / 1447 Hijriah jatuh pada Kamis hari ini, 19 Februari. NU ikut pemerintah, Muhammadiyah lebih dahulu.

img_title

VIVA.co.id

19 Februari 2026

Tautan Sumber