Kamis, 19 Februari 2026 – 11:21 WIB
VIVA – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan dirinya “terkejut dan sedih” atas insiden dugaan rasisme yang terjadi dalam pertandingan antara Real Madrid dan Benfica di ajang Liga Champions UEFA. Pernyataan itu disampaikan setelah otoritas sepak bola Eropa membuka penyelidikan terkait laporan yang melibatkan pemain kedua tim dalam laga tersebut.
Insiden bermula ketika penyerang Madrid, Vinícius Júnior, menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan kata-kata bernada rasis kepadanya di tengah pertandingan. Laga sempat dihentikan selama sekitar 10 menit oleh wasit François Letexier setelah tuduhan tersebut mencuat.
Tak lama setelah Vinícius membawa Real Madrid unggul, kedua tim sempat meninggalkan lapangan menyusul penghentian sementara pertandingan sebagai bagian dari penerapan protokol anti-rasisme.
![]()
Momen pemain Benfica Gianluca Prestianni diduga lontarkan ujaran rasis ke Vinicius Junior
Pihak Prestianni maupun klub Benfica membantah tuduhan yang dilayangkan. Meski demikian, UEFA tetap melanjutkan proses investigasi dengan memeriksa rekaman video pertandingan serta menjadwalkan permintaan keterangan dari kedua pemain sebagai bagian dari prosedur disipliner.
Infantino menegaskan bahwa FIFA memandang serius setiap dugaan tindakan diskriminasi di sepak bola. Ia menyatakan bahwa pihak yang terbukti bersalah harus dimintai pertanggungjawaban dan menghadapi sanksi tegas.
“Saya terkejut dan sedih melihat insiden dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara Benfica dan Real Madrid,” ujar Infantino.
Ia menambahkan bahwa tidak ada tempat bagi rasisme, baik di olahraga maupun di masyarakat. FIFA, kata dia, melalui inisiatif Global Stand Against Racism dan Players’ Voice Panel, berkomitmen memastikan perlindungan bagi pemain, ofisial, dan suporter dari segala bentuk diskriminasi.
![]()
Momen pemain Benfica Gianluca Prestianni diduga lontarkan ujaran rasis ke Vinicius Junior
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa pemain, ofisial, dan penggemar dihormati dan dilindungi, serta tindakan yang tepat diambil ketika insiden terjadi,” jelasanya.
Infantino juga memuji keputusan wasit François Letexier yang dinilai sigap mengaktifkan protokol anti-rasisme di lapangan, termasuk menggunakan isyarat resmi untuk menghentikan pertandingan guna meredakan situasi.
Menurutnya, sepak bola dunia harus menunjukkan solidaritas penuh kepada korban rasisme serta memastikan setiap insiden ditangani secara tegas dan transparan.
UEFA hingga kini masih mengumpulkan bukti serta keterangan tambahan sebelum mengambil keputusan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut.
Sikap UEFA soal Aksi Rasial Gianluca Prestianni ke Vinicius Junior
UEFA akhirnya angkat bicara terkait dugaan pelecehan rasial yang dialami bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga play-off Liga Champions kontra Benfica.
VIVA.co.id
18 Februari 2026










