Kamis, 19 Februari 2026 – 10:04 WIB
VIVA – Persib dipastikan gagal menembus babak 8 besar AFC Champions League Two (ACL 2) setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC, meski menang 1-0 pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu 18 Februari 2026.
Meski menang pada leg kedua, kericuhan suporter usai pertandingan membuat klub terancam sanksi berat dari Komite Disiplin dan Etik AFC. Insiden terjadi akibat euforia kemenangan yang bercampur kekecewaan karena Persib tetap tersingkir.
Kericuhan bermula saat sejumlah suporter melakukan pitch invasion atau invasi lapangan sesaat setelah laga berakhir. Tidak hanya memasuki area pertandingan, beberapa oknum terekam berupaya mendekati bahkan mencoba menyerang perangkat pertandingan serta pemain tim tamu. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya dapat dikendalikan.
![]()
Persib vs Ratchaburi di GBLA
Pelatih Persib, Bojan Hodak, bersama pemain dan staf ofisial turun langsung menenangkan massa agar kembali ke tribun. Delegasi pertandingan AFC mencatat insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap regulasi keamanan pertandingan.
Di tengah situasi tersebut, Persib sebenarnya mencatat capaian finansial positif sepanjang keikutsertaan di ACL 2 musim ini. Klub diperkirakan meraup pemasukan sekitar Rp10,1 miliar dari berbagai komponen pendapatan kompetisi.
Rinciannya meliputi bonus partisipasi fase grup sebesar USD 300.000 atau sekitar Rp4,9 miliar, bonus lolos 16 besar USD 80.000 atau sekitar Rp1,3 miliar, serta bonus hasil pertandingan dari empat kemenangan fase grup, satu hasil imbang, dan satu kemenangan di leg kedua dengan total sekitar Rp3,9 miliar.
Namun, pemasukan tersebut kini terancam berkurang signifikan apabila AFC menjatuhkan sanksi finansial. Mengingat rekam jejak Persib yang beberapa kali menjalani proses disiplin di level Asia, nilai denda diperkirakan bisa mencapai ratusan ribu dolar AS tergantung hasil sidang.
Selain denda, AFC juga memiliki sejumlah opsi hukuman lain berdasarkan regulasi Safety and Security. Sanksi yang berpotensi dijatuhkan antara lain larangan menggelar pertandingan dengan penonton saat tampil di kompetisi Asia berikutnya, hingga hukuman percobaan atau sanksi administratif lebih berat apabila insiden serupa terulang.
“Ada sekitar seratus orang yang merusak itu. Tim bisa saja didenda berat karena mereka,” ujar Bojan Hodak usai pertandingan.
Halaman Selanjutnya
Saat ini, manajemen Persib masih menunggu keputusan resmi dari sidang Komite Disiplin AFC yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Putusan tersebut akan menentukan besaran sanksi yang harus ditanggung klub pasca insiden di GBLA.









