Kamis, 19 Februari 2026 – 08:00 WIB
VIVA – Kondisi kesehatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memicu kontroversi, setelah jagat media sosial pada Selasa, 17 Februari 2026, melaporkan kesehatan Netanyahu memburuk karena mengidap kanker darah dan dalam kondisi kritis.
“PM Israel Netanyahu menghadapi kondisi kesehatan kritis, ia menderita kanker darah, yang didiagnosis kemarin,” tulis akun X @ Urusan_Dunia11
Kabar lain juga menyebutkan sang perdana menteri menderita kanker prostat dan membutuhkan perawatan medis yang intensif. Ia juga dilaporkan menggunakan alat pacu jantung untuk menunjang aktivitasnya.
Namun, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buru-buru mengklarifikasi rumor tersebut dengan menerbitkan laporan medis yang mengklarifikasi bahwa ia tidak menderita kanker prostat, bertentangan dengan rumor yang beredar.
Berdasarkan laporan yang dikutip media Israel, Netanyahu saat ini tengah dalam masa pemulihan akibat infeksi saluran kemih pascaoperasi, disertai penjelasan rinci mengenai prosedur dan pemeriksaan medis yang telah dijalaninya.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh dokter pribadinya, Dr. Tzvi Herman Berkowitz, bersama Prof. Alon Pikarsky, ahli urologi dari Pusat Medis Hadassah, serta Prof. Ehud Grossman, spesialis penyakit dalam dan hipertensi. Laporan itu menyimpulkan bahwa kondisi kesehatan Netanyahu secara umum baik.
Publikasi ini menjadi pembaruan medis terperinci pertama dalam beberapa tahun terakhir mengenai kesehatan Benjamin Netanyahu.
Disebutkan bahwa kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darahnya berada dalam kisaran normal. Hasil tes laboratorium menyeluruh—termasuk hitung darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, serta kadar elektrolit—juga menunjukkan nilai normal.
Netanyahu tetap berada dalam pemantauan jantung secara berkala. Prof. Roy Beinart, kepala Institut Aritmia di Pusat Medis Sheba, menyatakan bahwa sejak pemasangan alat pacu jantung pada Juli 2023, tidak ditemukan tanda aritmia maupun gangguan jantung lainnya. Alat tersebut berfungsi optimal, meski ia tidak bergantung sepenuhnya pada alat tersebut.
Menurut Beinart, kondisi jantung perdana menteri stabil sepenuhnya dan tidak memerlukan penanganan khusus selain kontrol rutin sebagaimana pasien alat pacu jantung pada umumnya. Ia juga tidak memiliki pembatasan aktivitas, termasuk olahraga.
Selain itu, laporan mengungkapkan bahwa pada April 2024 Netanyahu menjalani operasi untuk memperbaiki hernia inguinalis kanan. Sebelum tindakan tersebut, hasil CT scan seluruh tubuh mendapati pembesaran prostat, batu kecil di kandung kemih, serta sumbatan kandung kemih.
Halaman Selanjutnya
Netanyahu juga menjalani kolonoskopi rutin sesuai pedoman medis guna mendeteksi potensi pertumbuhan prakanker, dengan hasil pemeriksaan terakhir dinyatakan normal.










