Rabu, 18 Februari 2026 – 20: 57 WIB

Palembang, VIVA — Upaya menekan angka kasus dan kematian akibat dengue di Sumatera Selatan kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya diluncurkan di Jakarta, program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue resmi dimulai di Kota Palembang melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Dengue Jadi public relations Besar untuk Dilawan, ASEAN Targetkan Nol Kematian di 2030

Peresmian program ini mendapat dukungan langsung dari Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Ia menegaskan bahwa dengue bukan lagi persoalan musiman, melainkan tantangan kesehatan jangka panjang yang membutuhkan strategi berkelanjutan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

“Dengue bukan sekadar isu musiman, melainkan tantangan kesehatan yang harus kita hadapi secara berkelanjutan dan terencana. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memiliki komitmen kuat untuk memperkuat upaya pencegahan dengue, sejalan dengan target nasional dan international menuju nol kematian akibat dengue pada 2030 Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan langkah yang lebih proaktif, berbasis data, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor,” ujar Herman dalam keterangannya, dikutip 18 Februari 2026

img_title

Risiko Dengue Meningkat Saat Hujan, Upaya Pencegahan Harus Diperkuat

Kasus Tinggi, Anak Sekolah Jadi Prioritas

Information Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat hingga 31 Desember 2025 terdapat 4 437 kasus dengue dengan 22 kematian di tingkat provinsi. Kota Palembang menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni 968 kasus dan tiga kematian.

img_title

Curah Hujan Naik, Cuaca Tak Menentu: Waspada DBD

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. H. Trisnawarman, M.Kes., Sp.KKLP., Supsp.FOMC, mengingatkan bahwa ancaman dengue terjadi sepanjang tahun. Berdasarkan rekap lima tahun terakhir, kelompok usia 15– 44 tahun menyumbang 42 persen kasus, sementara kematian terbanyak dalam tujuh tahun terakhir terjadi pada anak usia 5– 14 tahun (41 persen).

“Sepanjang tahun, masyarakat Palembang menghadapi ancaman dengue,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan 3 M And also, edukasi kebersihan lingkungan, serta inovasi seperti ovitrap. Namun menurutnya, pendekatan komprehensif tetap diperlukan, termasuk vaksinasi yang disertai pemantauan aktif.

7 500 Anak Dipantau, 5 000 Divaksinasi

Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Sumatera Selatan, dr. Ariesti Karmila, Sp.A(K)., M.Kes., menjelaskan bahwa program ini menyasar 7 500 anak usia 6– 10 tahun di 60 sekolah dasar pada wilayah kerja 10 puskesmas dengan laporan kasus tertinggi. Dari jumlah tersebut, sekitar 5 000 anak menerima vaksinasi, dengan persetujuan orang tua.

Halaman Selanjutnya

“Dengue merupakan penyakit endemis di Indonesia yang sering kali dianggap ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi berat dan berisiko menyebabkan kematian,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber