Rabu, 18 Februari 2026 – 20:50 WIB
Pangkalpinang, VIVA – Dari balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, sebuah inovasi lingkungan lahir. Para warga binaan atau narapidana (napi) menyulap ampas pembakaran batu bara dari PLTU 3 Bangka menjadi pupuk kompos.
Di tangan para napi, ampas batu bara tersebut diracik. Hasilnya, sebuah nutrisi tanah yang kaya unsur makro yang siap menyuburkan lahan-lahan pertanian di Negeri Laskar Pelangi.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menatap bangga hasil karya para warga binaan tersebut. Bagi Sugeng, ini adalah buah dari ketekunan sejak program pelatihan dimulai pada 2025 lalu.
“Kami berupaya mewujudkan pemanfaatan sumber daya yang ada di Lapas dengan dukungan berbagai pihak,” ujar Kalapas, Rabu 18 Februari 2026.
Tak hanya iu, komitmen itu juga diwujudkan dengan pengiriman sebanyak 6 ton kompos ke kelompok tani Bangka Tengah. Sugeng menegaskan bahwa program ini menjadi bukti pemberdayaan warga binaan dapat bermanfaat.
“Kami berharap dukungan semua pihak agar program pembinaan di lapas berkelanjutan, mendorong kemandirian, serta mencegah pengulangan tindak pidana bagi Warga Binaan,” tambahnya.
Ia menjelaskan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Pangkalpinang dengan UMKM Green Soil Bangka Tengah dan PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU 3 Bangka.
Apresisi datang dari Plt. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi. Ia menjelaskan inovasi yang dilakukan Lapas Pangkalpinang, sejalan dengan 15 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Menurutnya, pengiriman kompos ke kelompok tani menjadi bukti bahwa pemasyarakatan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Pengiriman perdana 6 ton kompos karya warga binaan Lapas Pangkalpinang ini menjadi kebanggaan Pemasyarakatan Bangka Belitung dan diharapkan terus meningkat serta menginspirasi inovasi di Lapas lain,” kata Gunawan.
Pihaknya optimistis, pembinaan produktif tersebut dapat berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap ke depannya sinergi akan diperkuat melalui peningkatan kapasitas produksi, perluasan pemasaran, dan pengembangan pelatihan berkelanjutan.
Sementara itu, Manager Unit PLTU 3 Bangka, I Gusti Ngurah Putra Astawa, menjelaskan bahwa ampas sisa pembakaran batu bara atau abu terbang dan abu dasar dapat dimanfaatkan.
Halaman Selanjutnya
Ia menuturkan bahwa fly ash memiliki kandungan unsur hara makro setara Nitrogen, Fosfor, Kalium (NPK) serta silika yang berfungsi membantu menetralisir kondisi tanah di Bangka.










