Rabu, 18 Februari 2026 – 15: 38 WIB

Jakarta — PT Pegadaian membukukan laba bersih meningkat 42, 6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) pada 2025 Perseroan mencatat laba bersih senilai Rp 8, 34 triliun meningkat dibanding 2024 Rp 5, 85 triliun.

Inovasi Produk Berkelanjutan, Pertamina Raih Anugerah Avirama Nawasena 2026

Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan menyatakan, kinerja positif tersebut didorong oleh realisasi aset perusahaan sebesar Rp 151, 7 triliun, atau tumbuh 47, 8 persen yoy dari Rp 102, 6 triliun pada 2024

Dia menuturkan, hal tersebut juga didukung oleh pencapaian Pinjaman Luar Biasa (OSL) Gross sebesar Rp 126 triliun, yang melonjak 47, 5 persen dibandingkan nilai OSL Gross pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 85, 4 triliun. Dengan pencapaian tersebut, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan Return on Possession ( ROA) menjadi 6, 7 persen dan Return on Equity ( ROE) menjadi 21, 73 persen.

img_title

BUMN Gelar Mudik Gratis 2026, Lebih dari 100 Ribu Pemudik Diberangkatkan Pakai Bus, Kereta dan Kapal Laut

Sementara itu, tingkat pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing ( NPL) turun signifikan, dari 0, 63 persen pada 2024 menjadi 0, 38 persen pada 2025, yang mencerminkan kualitas pembiayaan perseroan semakin meningkat dan pengelolaan bisnis menjadi semakin sehat.

“Pegadaian terus berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui layanan produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro yang memudahkan, serta layanan Bank Emas Pegadaian yang andal,” kata Damar di Jakarta, 18 Februari 2026

img_title

Demi Perkuat Produksi Kapal Nelayan, Danantara Siapkan Konsolidasi BUMN Galangan Kapal

Dia menyatakan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dana cepat tanpa harus kehilangan aset melalui layanan produk gadai. Sedangkan dengan layanan pinjaman mikro, para pelaku UMKM bisa memiliki akses yang terjangkau terhadap modal kerja untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan pengembangan usaha.

Masyarakat juga semakin dimudahkan dalam merencanakan, mengelola dan mengoptimalkan portofolio investasi emas, baik secara fisik maupun electronic dengan layanan bank emas.

“Pegadaian hadir menyambut kepercayaan masyarakat tersebut dengan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan,” ucap Damar Latri Setiawan.

Terkait target kinerja pada 2026, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha optimis bisnis perusahaan dapat terus tumbuh meskipun kondisi perekonomian nasional dan geopolitik global masih menjadi tantangan.

“Dengan penerapan strategi korporasi yang adaptif, penguatan layanan berbasis solusi, kepatuhan terhadap regulasi dan transformasi budaya perusahaan yang berkelanjutan, Pegadaian akan mampu menjawab setiap tantangan untuk terus mewujudkan kinerja yang bertumbuh, bisnis yang berkembang, tata kelola yang sehat serta layanan operasional yang aman,” ujarnya.

Prabowo di Economic Outlook Indonesia 2026

BUMN Dinilai Makin Efisien, Prabowo Minta Danantara Kejar Return on Possession 7 %

Prabowo menantang jajaran Danantara untuk meningkatkan kinerja dengan target yang lebih tinggi, khususnya dalam hal tingkat pengembalian aset atau return on property (ROA).

img_title

VIVA.co.id

13 Februari 2026

Tautan Sumber