Kepanikan baru mencengkeram sebagian komunitas Pandit Kashmir di Lembah tersebut setelah poster-poster ancaman dari kelompok teror muncul secara online dan di lapangan. Poster-poster tersebut, yang dikaitkan dengan Falcon Team (sebuah cabang dari Lashkar-e-Taiba) dan Muslim Janbaz Pressure (MJF), telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga minoritas.

Sebuah poster yang diduga dikeluarkan oleh Falcon Squad, yang digambarkan oleh penyelidik sebagai wakil dari The Resistance Front (TRF), yang merupakan cabang dari Lashkar-e-Taiba, menjadi viral di media sosial. Poster tersebut memuat pesan-pesan ancaman yang ditujukan kepada Pandit Kashmir yang tinggal di Kashmir.

Pihak berwenang mengklarifikasi bahwa poster khusus ini hanya ditemukan beredar di media sosial dan tidak ditempel secara fisik di lokasi mana word play here. Poster tersebut dilaporkan menyebutkan nama-nama orang yang terbunuh dalam serangan yang ditargetkan antara tahun 2021 dan 2023, termasuk Makhan Lal Bindroo.

Tambahkan Zee News sebagai Sumber Pilihan

Makhan Lal Bindroo ditembak mati di toko medisnya di Srinagar pada tanggal 5 Oktober 2021, dalam apa yang digambarkan sebagai pembunuhan berencana yang dilakukan oleh TRF.

Poster Pasukan Janbaz Muslim Ditemukan di Kulgam

Segera setelah poster Falcon Squad viral, muncul poster lain yang konon dikeluarkan oleh Muslim Janbaz Pressure. Dilaporkan bahwa pertempuran akan terus berlanjut sampai India hancur dan Kashmir “dibebaskan.”.

Poster ini ditemukan dini hari oleh rombongan patroli gabungan di desa Katsua, distrik Kulgam, Kashmir selatan.

Reaksi Masyarakat: Ketakutan dan Kekhawatiran

Sandeep Mawa, seorang Pandit Kashmir dan saudara ipar Makhan Lal Bindroo, menyatakan keprihatinannya atas ancaman baru tersebut.

Dia ingat bahwa selama kunjungan Menteri Dalam Negeri Amit Shah pada tahun 2021, saudara iparnya terbunuh. Dia menuduh bahwa setelah pembunuhan Bindroo, dia sendiri menjadi sasaran, dan mengatakan bahwa pada saat itu ancaman dikaitkan dengan Pasukan Muslim Janbaz dan TRF (yang dia sebut sebagai Falcon).

Dr Mawa mengatakan pemerintah harus meningkatkan keamanan, bukan menguranginya. Ia menyatakan bahwa ia telah menghadapi tujuh serangan teror dan menekankan bahwa ancaman tersebut tidak boleh dianggap sebagai isu terkait pemilu namun sebagai masalah keamanan yang serius.

Dia menambahkan bahwa kesiapan keamanan harus diperkuat dan menyerukan peningkatan operasi melawan terorisme.

Pandangan Vijay Raina

Vijay Raina, seorang social influencer, mengatakan ancaman dari Muslim Janbaz Pressure dan Falcon Team tidak lagi berdampak signifikan. Menurutnya, kelompok tersebut berusaha menunjukkan eksistensinya meski kehilangan dukungan, bahkan dari Pakistan.

Dia mengatakan bahwa meskipun beberapa agen mungkin masih ada, pasukan keamanan telah melakukan operasi yang sukses dan akan melenyapkan mereka beserta pendukungnya.

Laporan Dasar dari Mattan

Kunjungan darat ke wilayah Mattan, termasuk Khaar Mohalla, menunjukkan bahwa sejumlah besar Pandi Kashmir masih tinggal di sana. Beberapa dari mereka tidak pernah bermigrasi, sementara yang lainnya kembali melalui skema pekerjaan Perdana Menteri.

Meskipun banyak Pandit yang berangkat ke Jammu di sekitar Shivratri, mereka yang tetap tinggal mengatakan bahwa suasananya damai dan mereka mendapat dukungan yang baik dari pemerintah. Beberapa warga menyatakan mereka hidup bebas dan tanpa rasa takut.

Kekhawatiran dari Kamp Transportation

Sunny Raina, Presiden Kamp Migran Vasu, mengatakan surat ancaman seperti itu sudah pernah muncul sebelumnya, termasuk pada tahun 2021 dan 2022

Dia mengatakan surat-surat yang berulang kali menimbulkan kepanikan di kalangan keluarga. Kapan peringatan dikeluarkan:.

    &# 13;.

  • Warga diimbau tetap berhati-hati.
  • &# 13;.

  • Gerakan dibatasi.
  • &# 13;.

  • Rute kantor diubah.
  • &# 13;.

  • Keluarga menghadapi gangguan dalam rutinitas sehari-hari, termasuk sekolah anak-anak dan kunjungan medis.
  • &# 13;.

Dia meminta penyelidikan menyeluruh untuk menghentikan insiden seperti itu.

Respon dan Investigasi Keamanan

Badan-badan keamanan telah disiagakan di seluruh Lembah, terutama di kamp-kamp transit dan distrik-distrik berpenduduk minoritas. Ancaman tersebut bertepatan dengan kunjungan penting Menteri Dalam Negeri Persatuan Amit Shah.

Beberapa Pandit Kashmir di kamp-kamp transportation dan pemukiman kembali menuntut peningkatan keamanan. Dalam kasus tertentu, terdapat permintaan senjata untuk pertahanan diri, mirip dengan model Penjaga Pertahanan Desa yang digunakan di Jammu.

Pasukan keamanan telah mengintensifkan operasi kontra-teror, termasuk penghancuran modul teror besar.

Pihak berwenang telah meyakinkan masyarakat bahwa pengaturan keamanan kuat. Namun, dampak psikologis dari poster-poster tersebut terus menimbulkan tekanan di antara mereka yang tetap tinggal atau kembali ke Lembah.

Temuan Polisi: Perang Psikologis

Investigasi polisi telah mengidentifikasi poster-poster tersebut sebagai bagian dari kampanye “perang psikologis” yang bertujuan menciptakan ketidakstabilan komunal.

Investigasi yang dilakukan oleh polisi dan badan-badan pusat mengkonfirmasi bahwa Falcon Team berfungsi sebagai wakil regu pembunuh TRF, yang terkait dengan Lashkar-e-Taiba.

Para pejabat meyakini kemunculan kembali Pasukan Janbaz Muslim, yang sebagian besar tidak aktif sejak tahun 1990 -an, merupakan upaya untuk mengeksploitasi ketakutan dalam komunitas Pandit Kashmir. Waktu pembuatan poster-poster tersebut sering kali bertepatan dengan kunjungan-kunjungan penting atau upaya restorasi kuil, yang diduga bertujuan untuk mencegah mereka kembali ke Lembah tersebut.

Badan Investigasi Negara (SIA) mengatakan kampanye tersebut tampaknya dikoordinasikan melalui system komunikasi terenkripsi oleh petugas yang berbasis di Pakistan.

Beberapa pekerja di atas tanah (OGW) telah ditahan untuk diinterogasi sebagai bagian dari upaya memecahkan kode poster TRF/Falcon Team.

Polisi juga memeriksa apakah poster-poster tersebut benar-benar mewakili ancaman operasional atau upaya untuk menciptakan kerusuhan, yang berpotensi menggunakan materi yang dihasilkan oleh AI.

Himbauan kepada Warga

Beberapa Pandit Kashmir, yang berbicara secara anonim, mengatakan polisi telah menyarankan mereka untuk:.

    &# 13;.

  • Kembali ke rumah sebelum malam
  • &# 13;.

  • Hindari orang asing
  • &# 13;.

  • Tidak berani keluar setelah gelap
  • &# 13;.

  • Segera laporkan aktivitas mencurigakan
  • &# 13;.

Meskipun pihak berwenang menyatakan bahwa pengaturan keamanan sudah ketat, beredarnya poster-poster ancaman telah meningkatkan kecemasan di kalangan komunitas minoritas di Lembah tersebut.

Tautan Sumber