Rabu, 18 Februari 2026 – 08:51 WIB
Jakarta – Bursa Asia naik tipis pada pembukaan perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Lonjakan ini mengakhiri gejolak kekhawatiran pelaku pasar terhadap saham-saham terkait prospek kecerdasan buatan (AI).
Meredanya kecemasan tentang masa depan AI mendorong sejumlah indeks acuan di kawasan ini mendekati level tertingginya. Perubahan besar akibat dari AI menimbulkan benturan antara ketakutan teknologi megubah sebagain besar perekonomian.
Di satu sisi, adanya keraguan keuntungan yang dihasilkan setelah pengeluaran besar-besaran untuk mengadopsi teknologi ini. Kondisi ini menjadi sorotan besar mengingat Asia merupakan ‘rumah’ bagi pengembang chip dan manufaktur hardware dunia, dikutip dari Waktu Ekonomi.
Investor juga mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pada pekan lalu, bank sentral AS ini mengumumkan data tenaga kerja yang kuat dan inflasi rendah.
![]()
Dikutip dari Berinvestasiindeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,00 persen. Indeks Topix meningkat sebesar 1,23 persen.
Indeks Hang Seng Hong Kong melambung 0,52 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,28 persen.
Sementara itu, bursa Korea Selatan libur.
Indeks acuan di bursa Amerika Serikat (AS) ditutup kinclong. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0.07 persen menjadi 49.533,19, indeks S&P 500 naik 0,10 persen ke level 6.843,22 dan Nasdaq Composite melonjak 0,14 persen ke area 22.578,38.
IHSG Diprediksi Lanjut Koreksi Seiring Penantian RDG BI dan The Fed, Simak 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Ini
IHSG diproyeksi akan melanjutkan tren koreksi pada sesi perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Sebelum libur panjang Tahun Baru Imlek, IHSG ditutup turun 0,64 persen.
VIVA.co.id
1 Januari 1970









