Rabu, 18 Februari 2026 – 06:30 WIB
VIVA – Banjir bandang menerjang Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, akibat tanggul sungai Tuntang jebol yang pada Senin, 16 Februari 2026, selain memutus akses transportasi, luapan air sungai juga merendam ribuan hektare lahan pertanian, mengancam mata pencaharian petani lokal akibat potensi gagal panen.
Berdasarkan data sementara dari Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, total lahan terdampak di Kabupaten Grobogan mencapai 1.842 hektare. Sebagian besar lahan tersebut merupakan tanaman padi yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehingga sangat rentan mati jika terendam air dalam waktu lama.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak untuk memverifikasi kondisi lapangan. Fokus utama saat ini adalah memisahkan lahan yang hanya tergenang sementara dengan lahan yang benar-benar mengalami puso.
“Petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) akan mengecek langsung. Kondisi terendam memang menyulitkan deteksi awal, namun identifikasi tingkat kerusakan sangat krusial untuk langkah selanjutnya,” kata Fransisco saat mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, meninjau lokasi banjir di Grobogan, Selasa, 17 Februari 2026.
![]()
Lahan pertanian terendam banjir akibat tanggul sungai Tuntang Grobogan jebol
Pendampingan Klaim Asuransi
Bagi petani di wilayah Gubug dan sekitarnya yang lahannya dipastikan gagal panen, Pemprov Jateng memberikan pendampingan penuh untuk mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) melalui PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
Proses pengajuan klaim ini memerlukan langkah cepat, di mana laporan awal harus dilakukan maksimal satu pekan setelah kejadian bencana. Petani diharapkan segera mendokumentasikan kondisi lahan yang terendam melalui foto sebagai bukti awal yang sah.
Selanjutnya, laporan tersebut dapat disampaikan terlebih dahulu melalui saluran komunikasi seperti SMS atau WhatsApp kepada petugas penyuluh lapangan sebelum dilakukan verifikasi fisik secara menyeluruh.
Meski bantuan klaim telah disiapkan, Fransisco mengakui bahwa belum seluruh petani di Grobogan terdaftar dalam program AUTP. Hal ini menjadi kendala utama dalam memberikan perlindungan finansial yang menyeluruh bagi para petani yang terdampak.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong masyarakat di daerah rawan bencana seperti Gubug untuk segera mendaftarkan lahan mereka melalui penyuluh pertanian setempat. Tanpa pendaftaran resmi, risiko kerugian finansial akibat bencana alam seperti banjir ini tidak akan dapat ditanggung atau di-cover oleh asuransi.
Halaman Selanjutnya
Walaupun banjir melanda salah satu lumbung pangan Jawa Tengah, pemerintah tetap optimis terhadap stabilitas produksi nasional. Sebagai catatan, pada tahun 2025, Jawa Tengah menempati posisi ketiga sebagai penyumbang padi terbesar nasional dengan total 9,3 juta ton gabah kering giling.










