Selasa, 17 Februari 2026 – 21:38 WIB

Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil melalui Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Selasa, dan diumumkan langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar.



Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia dalam Pertemuan dengan Wakil Palestina di PBB

Namun, di balik penetapan awal puasa tersebut, terdapat imbauan kemanusiaan yang kuat dari Pemimpin Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M. Anwar Iskandar. Ia mengajak seluruh masjid di Indonesia memanfaatkan momentum Ramadhan untuk mendoakan keselamatan masyarakat Palestina, khususnya di Gaza, melalui qunut nazilah.

“Kami berharap dengan sungguh-sungguh kepada seluruh imam-imam masjid di seluruh Indonesia. Kalau bisa, kita kuatkan untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam dan bangsa Palestina. Terutama masyarakat Palestina yang ada di Gaza,” ujarnya dalam Sidang Isbat.


img_title

Di Forum DK PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Komitmen RI Dukung Palestina

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pengurus masjid dan ormas Islam dalam menyerukan doa ini secara luas.

“Dengan yang namanya qunut nazilah. Kita berharap kepada seluruh takmir masjid yang ada di Indonesia. Mungkin melalui DMI atau melalui Organisasi. NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Al-Washliyah, dan lain-lain, Al-Wahda. Untuk menghimbau kepada seluruh imam. Di Ramadhan yang sangat baik ini, berdoalah kepada Allah,” kata Anwar Iskandar.


img_title

Palestina Sebut Israel Hambat Tugas Komite Nasional Gaza Usulan Trump

ketua MUI KH Anwar Iskandar (kiri) di Sidang Isbat Kemenag, Jakarta 17/2/2026

ketua MUI KH Anwar Iskandar (kiri) di Sidang Isbat Kemenag, Jakarta 17/2/2026

Seruan tersebut mencerminkan kepedulian umat Islam Indonesia terhadap situasi kemanusiaan di Palestina yang hingga kini masih memprihatinkan, terutama di Jalur Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan.

Momentum Ramadhan, kata dia, bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga solidaritas global umat Islam. Karena itu, doa bersama melalui qunut nazilah diharapkan menjadi bentuk dukungan spiritual bagi rakyat Palestina yang tengah menghadapi penderitaan.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan awal Ramadhan setelah sidang isbat menyimpulkan hilal telah memenuhi kriteria penentuan awal bulan hijriah.

“Hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari Kamis,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memimpin konferensi pers keputusan hasil sidang Isbat.

Berdasarkan pemaparan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada 29 Sya’ban 1447 H atau 17 Februari 2026 tidak memenuhi kriteria visibilitas MABIMS. Standar tersebut mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Halaman Selanjutnya

Hasil perhitungan menunjukkan tinggi hilal di Indonesia berada antara minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat dengan elongasi 0,94 derajat sampai 1,89 derajat. Secara astronomi, posisi bulan masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam sehingga mustahil dirukyat.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber