Selasa, 17 Februari 2026 – 17:55 WIB
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan posisi hilal saat ini di Pusat Observasi Bulan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hilal terpantau masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian minus 1,268 derajat.
Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan mengungkapkan, dengan posisi bulan masih di bawah garis horizon dan elongasi yang sangat kecil tersebut, maka hilal secara astronomis tidak bisa teramati secara jelas.
“Tinggi hilal minus 1,268 derajat dan elongasi 1,208 derajat,” kata dalam laporan di Mataram, Selasa,17 Februari 2026.
Menurutnya, secara umum hilal berpotensi terlihat jelas jika berada di atas ufuk dengan ketinggian positif dan memiliki elongasi minimal sekitar 6 hingga 7 derajat.
Selain melakukan pemantauan hilal di Lombok Utara, BMKG NTB juga menyiapkan titik rukyatul hilal di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram. Kegiatan pengamatan hilal tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 17.00 WITA pada Rabu (18/2).
Sumawan menerangkan bahwa tinggi hilal saat pemantauan besok (18/2) sore telah mencapai 8,287 derajat dengan elongasi 11,588 derajat.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat penetapan awal bulan Hijriah di Jakarta pada Selasa (17/2).
Hasil sidang isbat tersebut menjadi dasar resmi pemerintah pusat dalam menetapkan awal puasa Ramadhan untuk masyarakat Indonesia.
Kementerian Agama bersama BMKG melakukan pemantauan hilal secara serentak pada 133 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan rincian 96 titik dipantau oleh Kementerian Agama dan 37 titik dilakukan oleh BMKG. (Ant)
Ponpes Al Falah Ploso Tetapkan Awal Ramadhan 19 Februari 2026
Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur menetapkan 1 Ramadhan 1447 hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 berdasarkan hasil hitungan hisab posisi hilal.
VIVA.co.id
17 Februari 2026










