Menyusul penembakan fatal di gelanggang es Pawtucket di Rhode Island pada hari Senin, pihak berwenang menyatakan bahwa tersangka adalah karyawan Bathroom Iron Works.

Penembakan di gelanggang es Rhode Island mengakibatkan tiga orang tewas, termasuk tersangka, Robert Dorgan, seorang karyawan Bathroom Iron Functions. (Roberta Dorgano/X)

Tiga orang, termasuk tersangka penembak, tewas dalam insiden tragis tersebut, dan tiga lainnya menderita luka-luka di gelanggang es Dennis M. Lynch Field di Pawtucket, yang terjadi di tengah pertandingan hoki sekolah menengah yang menampilkan dua tim kooperatif.

Robert Dorgan meninggal karena luka tembak yang ditimbulkannya sendiri

Kepala Polisi Pawtucket Tina Goncalves telah menetapkan tersangka sebagai Robert Dorgan, yang juga dikenal sebagai Roberta Esposito.

Goncalves menyatakan, tersangka menimbulkan luka tembak pada dirinya sendiri.

Baca Juga: Siapakah Kayla Noel Day dan Luke Daley? Nama-nama baru muncul dalam kasus Nancy Guthrie saat polisi membersihkan keluarga

Bathroom Iron Functions memecah keheningan

Sementara itu, David Hench, perwakilan General Characteristics Bathroom Iron Works, mengeluarkan pernyataan terkait Dorgan. “Robert Dorgan adalah karyawan aktif di General Characteristics Bath Iron Functions. Kami menyampaikan simpati terdalam kami kepada para korban, keluarga mereka, dan semua yang terkena dampak tragedi ini. Pertanyaan lebih lanjut harus ditujukan kepada penegak hukum,” bunyi pernyataan itu.

Identitas dan usia para korban tidak diungkapkan oleh pejabat. Menurut WJAR, salah satu korban meninggal merupakan anak tersangka. Tiga orang lainnya yang mengalami luka-luka saat ini dalam kondisi kritis.

WJAR juga melaporkan bahwa tersangka penembak adalah ayah dari seorang elderly dari North Divine superintendence yang sedang mengikuti pertandingan di sector tersebut.

Baca Juga: Keluarga Robert Dorgan: Semua yang kita ketahui tentang mantan istri Rhonda Dorgan dan anak-anaknya setelah penembakan massal Pawtucket

Perselisihan keluarga?

Goncalves menyatakan, penembakan tersebut tampaknya bermula dari perselisihan keluarga yang meningkat menjadi kekerasan.

Goncalves lebih lanjut memuji orang Samaria yang baik hati yang turun tangan dan mencoba menahan tersangka. Dia mencatat bahwa intervensi pria tersebut menghasilkan “akhir yang cepat dari peristiwa tragis ini.”

Menurut WJAR, seluruh siswa yang terlibat dalam permainan hoki tersebut tidak terluka.

Tautan Sumber