Selasa, 17 Februari 2026 – 10: 19 WIB
Jakarta — Dalam energy Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek dengan penuh kehangatan, sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan ini sebagai ruang refleksi kebajikan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan sebagai bangsa.
“Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Gong He Xin Xi, Wan Shi Ru Yi, kepada umat Khonghucu dan warga bangsa yang merayakannya,” kata Ibas dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 Februari 2026
Memasuki Tahun Baru 2577 yang dalam penanggalan Tionghoa merupakan tahun Kuda Api, Ibas memberikan catatan khusus mengenai filosofi dan energi yang dibawa oleh simbol ini. Kuda Api dikenal sebagai simbol yang melambangkan kecepatan, kekuatan, dan semangat yang berkobar.
“Tahun Kuda Api adalah tahun yang penuh energi dan dinamika. Bagi komunitas Tionghoa dan kita semua sebagai bangsa, ini adalah momentum untuk bergerak lebih cepat, bekerja lebih keras, namun tetap dengan kepala dingin. Kuda melambangkan keteguhan untuk terus maju, sementara unsur Api memberikan semangat keberanian untuk melakukan terobosan,” jelas Ibas.
Ia berharap energi Kuda Api ini dapat ditransformasikan menjadi optimisme nasional untuk mengakselerasi pembangunan dan memperkuat ketahanan ekonomi.
“Mari kita gunakan semangat Kuda Api ini untuk berlari mengejar ketertinggalan, memacu inovasi, namun tetap menjaga agar ‘api’ tersebut menjadi sumber penerangan dan kehangatan bagi persatuan, bukan api yang menghanguskan kerukunan,” tambahnya.
Pimpinan MPR RI Koordinator Bidang Pengkajian ini menuturkan bahwa setiap perayaan budaya di Indonesia selalu membawa pesan kehidupan. Imlek, misalnya, mengajarkan tentang arti keluarga, kerja keras, ketekunan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Ibas menilai bahwa masyarakat Indonesia sejatinya memiliki karakter yang sama: menghormati orang tua, menjaga hubungan keluarga, bekerja keras demi masa depan anak-anak, serta menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar.
“Nilai Imlek mengajarkan kita bahwa hidup harus dijalani dengan kebajikan, dengan kerja keras, dan dengan harapan baik. Ini nilai universal yang juga menjadi kekuatan bangsa kita,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kekuatan Indonesia bukan hanya pada sumber daya alam atau kekuatan ekonomi, tetapi pada persatuan masyarakatnya. Ia melihat bahwa nilai kebersamaan yang terasa dalam perayaan Imlek– seperti berkumpul bersama keluarga, berbagi rezeki, dan saling mendoakan– adalah cerminan nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
Halaman Selanjutnya
Ia mengingatkan bahwa di tengah dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian global, bangsa Indonesia harus tetap menjaga harmoni sosial.










