Dikenal sebagai Mardi Gras di wilayah berbahasa Prancis, Fat Tuesday juga dikenal sebagai Circus Tuesday, Shrove Tuesday, dan Pancake Tuesday. Apa pun namanya, perayaan ini berpusat pada pesta, perayaan, dan ceremony sebelum dimulainya masa Prapaskah.
Fat Tuesday diperingati di seluruh dunia, dari New Orleans dan Paris hingga Rio de Janeiro dan Venesia. Meskipun hari raya ini memiliki asal muasal keagamaan yang signifikan, hari raya ini telah berkembang menjadi acara budaya selama seratus tahun terakhir, yang kini sering dikaitkan dengan kalung manik-manik, kue raja, topeng topeng, dan konsumsi minuman beralkohol.
Baca Juga : Keluarga Robert Dorgan: Semua yang kita ketahui tentang mantan istri Rhonda Dorgan dan anak-anaknya setelah penembakan massal Pawtucket
Apa itu Fat Tuesday atau Mardi Gras?
Secara tradisional, hari ini dikenal dengan indulgensinya, mengikuti kebiasaan menikmati makanan kaya dan berlemak sebelum masa Prapaskah Kristen, yang ditandai dengan puasa dan pantang.
Rabu Abu terjadi segera setelah tanggal 18 Februari, menandai dimulainya masa Prapaskah, suatu periode 40 hari yang didedikasikan untuk refleksi menjelang Paskah.
Sering dikaitkan dengan perayaan mewah, Mardi Gras dianggap sebagai hari perayaan terakhir dan “paling penting”, sebagaimana dinyatakan oleh Mardi Gras New Orleans, tempat salah satu perayaan terbesar berlangsung.
Apa nama existed Mardi Gras?
Entah disebut sebagai Fat Tuesday, Shrove Tuesday, atau penutup Karnaval, Mardi Gras dikenal dengan berbagai nama.
Shrove Tuesday berasal dari tradisi “shriving”, yang melibatkan penyucian diri melalui pengakuan dosa sebelum Prapaskah, sebagaimana dicatat dalam Almanak Petani Tua. Ini juga dikenal sebagai “Karnaval”, yang menandakan periode perayaan yang dimulai pada tanggal 6 Januari.
Selain itu, hari tersebut juga dikenal dengan sebutan lain. Di Pennsylvania tengah-selatan, ini disebut sebagai Hari Fasnacht. Di Eropa biasa disebut Hari Pancake.
Bagaimana cara orang memperingati Fat Tuesday?
Fat Tuesday dirayakan dengan jamuan makan mewah, perayaan topeng yang meriah, ceremony yang penuh semangat, serta minuman dan tarian yang antusias.
Peserta sering kali menghiasi diri mereka dengan warna ungu, emas, dan hijau, mengenakan kostum, dan topeng olahraga serta kalung manik-manik untuk meningkatkan suasana kegembiraan dan pesta. Kue raja adalah fitur tradisional di pesta-pesta ini, dan parade besar serta pesta dansa diadakan oleh organisasi yang dikenal sebagai krewes.
Apa asal usul Fat Tuesday?
Menurut sejarawan, Fat Tuesday berakar pada zaman Romawi kuno, sejak ribuan tahun yang lalu.
Awalnya dirayakan untuk menghormati musim panen; namun, ketika agama Kristen menyebar ke seluruh Eropa, hari raya tersebut diadaptasi dari adat istiadat pagan aslinya menjadi periode indulgensi sebelum Prapaskah.
Meskipun memiliki hubungan keagamaan yang kuat, perayaan ini tetap serupa dengan praktik kontemporer– menampilkan perayaan, pesta, penyamaran, dan tarian.
Fat Tuesday diakui di seluruh dunia, seiring penjajah Eropa memperkenalkan adat istiadat mereka ke wilayah yang mereka duduki.
Apa itu kue raja?
Kue raja klasik dibuat dari adonan brioche yang mewah dan menawarkan berbagai pilihan isian seperti coklat, kayu manis, dan krim keju, di atasnya diberi glasir dan taburan warna emas, hijau, dan ungu yang semarak, seperti yang dilansir dari Southernliving.com.
Kue raja dibuat tanpa bagian tengah dan berisi patung bayi plastik kecil yang ditempatkan di dalamnya. Setiap warna melambangkan arti tertentu:
Emas: menandakan kekuatan
Hijau: terkait dengan iman
Ungu: melambangkan keadilan.










