Senin, 16 Februari 2026 – 21:00 WIB

Jakarta – Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik (EV), pemilik kendaraan harus memahami bahwa jarak tempuh resmi yang diklaim pabrikan biasanya diukur dalam kondisi ideal.



Bukan Harga atau Jarak Tempuh, Ini Masalah Baru Mobil Listrik

Sebuah uji terbaru di Norwegia mengungkap bagaimana cuaca musim dingin ekstrem berdampak signifikan pada performa baterai EV dan jarak yang dapat ditempuh tanpa mengisi ulang.

Ilustrasi pengisian atau pengecasan mobil listrik / SPKLU

Ilustrasi pengisian atau pengecasan mobil listrik / SPKLU


img_title

Belum 2 Tahun, Mobil Listrik Viral Ini Disuntik Mati

Uji Winter Range “El Prix” di Norwegia

Dikutip VIVA dari Carscoops, Senin, 16 Februari 2026, Uji ini dilakukan oleh Norges Automobil-Forbund (NAF) bekerja sama dengan media otomotif Motor.no dalam program tahunan El Prix Winter Test.


img_title

Mobil Listrik Baru MG Dapat Diskon Besar di IIMS 2026

Para penguji menempuh rute mulai dari jalan kota, jalan raya, hingga pegunungan dengan suhu ekstrem mencapai −31°C kondisi yang jauh lebih berat dibanding standar WLTP untuk penilaian jarak tempuh resmi.

Sebanyak 24 model EV terbaru diuji hingga baterai habis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir semua kendaraan mengalami penurunan jarak tempuh drastis dibanding angka klaim pabrikan.

Mobil Listrik Terjauh di Musim Dingin

Peringkat pertama ditempati oleh Lucid Air Grand Touring, yang mampu menempuh 520 km dalam kondisi ekstrem. Meski unggul, angka ini tetap 46 persen lebih rendah dibanding klaim WLTP resmi yaitu 960 km.

Posisi kedua ditempati oleh Mercedes-Benz CLA dengan 421 km, diikuti oleh Audi A6 e-tron (402 km), BMW iX (388 km), dan Volvo ES90 (373 km).

Penurunan Jarak Tempuh Nyata

Beberapa model EV mengalami penurunan lebih dari 40 persen dari klaim resmi WLTP. Contohnya, Opel Grandland hanya menempuh 262 km dari klaim 484 km, sedangkan Tesla Model Y dan Suzuki eVitara turun sekitar 43 persen.

Namun, beberapa kendaraan seperti MG6S EV dan Hyundai Inster hanya turun sekitar 29 persen, menunjukkan bahwa desain baterai dan efisiensi sistem sangat memengaruhi performa di suhu rendah.

Penyebab Penurunan Performa

Performa baterai EV turun di cuaca dingin karena:

  1. Suhu rendah memperlambat reaksi kimia dalam baterai
  2. Pemanas kabin dan sistem lainnya membutuhkan energi tambahan

Penggunaan energi untuk sistem pendukung membuat jarak tempuh aktual lebih pendek dibanding klaim ideal

Implikasi bagi Pengguna EV

Bagi pemilik EV di negara bersuhu dingin seperti Norwegia, Kanada, atau beberapa negara bagian Amerika Utara:

Halaman Selanjutnya

Klaim WLTP atau EPA seringkali lebih tinggi daripada jarak tempuh nyata di musim dingin Perjalanan panjang harus mempertimbangkan pengisian lebih sering Memilih EV dengan performa baterai stabil di suhu ekstrem menjadi pertimbangan penting

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber