Senin, 16 Februari 2026 – 21:00 WIB

VIVA – Transformasi gaya balap Marc Marquez menjadi sorotan jelang musim MotoGP 2026. Legenda MotoGP Jorge Lorenzo bahkan menilai juara dunia delapan kali itu kini tampil jauh lebih halus, presisi, dan terukur, karakter itu dulu identik dengan dirinya.



Marc Marquez vs ‘Para Monster’ MotoGP 2026: Rekor Valentino Rossi Terancam di Seri Pembuka Thailand

Perubahan ini tak lepas dari perjalanan panjang Marquez setelah cedera lengan parah pada 2020. Sejak kembali ke lintasan, pembalap Spanyol tersebut berulang kali mengakui harus menyesuaikan pendekatan berkendara agar tetap kompetitif. Kini, adaptasi itu terlihat jelas di mata Lorenzo.

Dalam siaran tes pramusim Sepang yang disiarkan situs resmi MotoGP, Jorge Lorenzo memuji evolusi rival lamanya tersebut.


img_title

Kabar Buruk dari Gresini Ducati: Fermin Aldeguer Terpaksa Absen di Seri Pembuka MotoGP 2026

“Apa yang paling membuat saya terkesan dari Marc adalah dia telah menemukan kembali dirinya, dia mengubah gaya balapnya,” kata Jorge Lorenzo dikutip MotoGP.

Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo.

Pembalap Ducati, Jorge Lorenzo.

Foto :

  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf


img_title

Yamaha Mulai Panik, Mesin V4 MotoGP 2026 Kurang Tenaga, Quartararo Cedera dan Top Speed Jadi Titik Lemah

“Hari ini, ketika melihat Marc, dia hampir seperti saya: sangat halus, tidak membuat kesalahan saat pengereman, tidak pernah melebar, sangat presisi dan sangat mengalir saat menegakkan motor,” sambungnya.

Menurut Lorenzo, perubahan gaya balap Marquez sekarang sangat kontras dibandingkan saat awal kariernya di MotoGP. Ia menilai dulu Marquez mampu mencatat waktu dan melaju sangat cepat murni karena bakat alami serta keberaniannya mengambil banyak risiko di lintasan. Namun kini, semua yang dilakukan Marquez disebut jauh lebih terukur dan penuh perhitungan, menunjukkan perkembangan besar dibandingkan dirinya sekitar satu dekade lalu.

Rivalitas Panas Berbuah Respek

Komentar Lorenzo terasa menarik karena keduanya pernah terlibat rivalitas sengit di era 2010-an. Pada musim 2013, mereka bertarung hingga seri terakhir sebelum Marquez merebut gelar Moto compiler pertamanya. Dua tahun kemudian, Lorenzo membalas dengan meraih gelar dunia ketiganya pada 2015.

Hubungan keduanya bahkan sempat memanas di lintasan maupun luar lintasan. Namun, waktu mengubah dinamika tersebut. Pada 2019, Lorenzo justru menjadi rekan setim Marquez di Honda, meski petualangannya singkat karena kesulitan beradaptasi dengan motor dan memutuskan pensiun di akhir musim.

Sejak gantung helm, Lorenzo tetap dekat dengan paddock MotoGP. Ia sempat menjadi test rider Yamaha, analis televisi, hingga menjalankan kanal podcast balapnya sendiri. Menariknya, mulai musim 2026 ia akan kembali aktif secara langsung di garasi sebagai pelatih performa untuk pembalap Aprilia, Maverick Vinales.

Halaman Selanjutnya

Marquez Lebih Cerdas, Bukan Sekadar Berani

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber