Senin, 16 Februari 2026 – 17: 49 WIB

Jakarta — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan percepatan transisi energi berkelanjutan dinilai membuka peluang lahirnya model bisnis baru di Indonesia. Startup berbasis teknologi kini tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga dituntut mampu menjawab kebutuhan efisiensi energi, dekarbonisasi, dan target pembangunan berkelanjutan.

OJK Wanti-wanti Praktik Jual Beli Rekening Terlarang, Pemilik Asli Tetap Tanggung Jawab Jika Dipakai Kejahatan

Indonesia sendiri memiliki potensi demografis dan tingkat adopsi electronic yang besar untuk mendorong inovasi di sektor tersebut. Seiring meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, peluang usaha berbasis solusi energi bersih dan teknologi ramah lingkungan semakin terbuka.

Integrasi AI dalam proses bisnis dinilai dapat membantu startup mengolah data, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat pengambilan keputusan. Dalam upaya mempertemukan inovator dengan pemangku kepentingan, UD effect menggelar ‘MAJU: ON Dialogue on Entrepreneurship, Powered by AI’ di Jakarta, melalui kemitraan strategis dengan SK Innovation E&S.

img_title

Bisa Menjamin Karier, Meutya Hafid Wanti-wanti Perempuan Muda Jangan Sampai Gaptek!

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara start-up, pelaku industri, capitalist, dan pembuat kebijakan untuk menyelaraskan arah inovasi dengan kebutuhan pembangunan nasional. Inisiatif ini mendukung pengembangan teknologi berbasis startup yang sejalan dengan prioritas Indonesia di bidang energi dan keberlanjutan lingkungan, termasuk kontribusi terhadap Sustainable Growth Objectives (SDGs).

CEO UD EFFECT, Jeongheon Kim, menyatakan Indonesia menjadi titik strategis dalam perjalanan global perusahaan tersebut. “Melalui program ini, kami menyaksikan secara langsung potensi luar biasa dan semangat inovasi generasi muda Indonesia,” ujar Jeongheon, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Senin, 16 Februari 2026

img_title

Menerapkan Strategi Bisnis berbasis Riset

“Kami berkomitmen mendukung para wirausahawan secara intensif di setiap tahapan, agar mereka tidak hanya siap tumbuh di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat international,” ungkapnya.

Program yang telah berjalan sejak tahun lalu itu melibatkan lebih dari 500 peserta muda dan menghasilkan 137 ide bisnis inovatif. Kegiatan pendampingan mencakup penguatan ide, pelatihan, validasi pasar, hingga membuka akses jejaring dan peluang investasi.

Dialog yang digelar juga memberi ruang bagi pembuat kebijakan untuk menyampaikan ekspektasi serta masukan praktis agar inovasi yang berkembang tetap relevan dengan arah kebijakan energi dan lingkungan nasional.

Ke depan, kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha, mitra industri, dan pemangku kepentingan lainnya disebut akan terus diperkuat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keselarasan antara inovasi sektor swasta dan agenda pembangunan, sekaligus mendorong lahirnya startup yang tidak hanya adaptif terhadap pasar, tetapi juga berkontribusi pada transformasi energi.

Halaman Selanjutnya

Selain pengembangan startup, perusahaan juga mendorong pendekatan terintegrasi berbasis AI yang mencakup pengembangan talenta, dukungan kewirausahaan, serta pengukuran dampak sosial. Melalui AI Training Solutions, perusahaan mempromosikan pembelajaran bisnis berbasis information untuk membantu para wirausahawan mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan kesiapan eksekusi, serta membangun model bisnis yang responsif terhadap kebutuhan pasar dan tantangan pembangunan nyata.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber