Senin, 16 Februari 2026 – 17: 30 WIB
Amsterdam, LANGSUNG — Penampilan gemilang pemain muda Ajax, Jorthy Mokio, langsung memantik perdebatan di Belanda. Di satu sisi, gelandang 17 tahun itu menunjukkan kualitas kelas atas saat membantu Ajax menang telak 4 – 1 atas Fortuna Sittard. Namun di sisi lain, inkonsistensi permainannya masih membuat pelatih dan pengamat mengernyitkan dahi.
Sorotan tajam datang dari dua analis ESPN, Kenneth Perez dan Karim El Ahmadi, dalam program Dit was het Weekend break. Keduanya sepakat: Mokio punya bakat istimewa, tetapi belum bisa diandalkan penuh selama 90 menit.
Sejak awal laga, Mokio langsung mencuri perhatian. Ia mencetak satu gol dan menyumbang assist pada babak pertama, sebuah kontribusi besar untuk pemain yang masih berusia 17 tahun. Perez bahkan menilai dampak Mokio tidak hanya terlihat dari statistik.
“Ia tentu pemain yang tidak bisa ditebak. Tapi kalau babak pertama dia bermain seperti itu, di usia 17 tahun, jelas ada potensi besar,” kata Perez dalam keterangan yang dikutip Voetbal International.
Ia menilai Ajax seharusnya memberi lebih banyak ruang bagi pemain dengan kualitas luar biasa seperti Mokio, dibanding mengandalkan pemain yang sekadar rata-rata.
Bagi Perez, momen terbaik Mokio justru bukan golnya, melainkan aksi defensif saat menghentikan peluang penyerang Kaj Sierhuis. Ia memuji keputusan teknis Mokio dalam melakukan tekel dengan kaki kanan.
“Kalau dia pakai kiri, reaksinya lebih lambat dan risikonya lebih besar untuk pelanggaran. Ini tekel yang sangat bagus,” ujarnya.
Dalam penguasaan bola, Perez juga melihat kecerdasan permainan sang gelandang. Ia menyebut Mokio mampu membaca situasi dan memilih opsi umpan yang lebih progresif, termasuk assist pada gol ketiga Ajax yang lahir dari kontrol dan keputusan cepat di ruang sempit.
Namun pujian itu tidak datang tanpa catatan. Perez mengakui sisi lain permainan Mokio yang kerap membuat pelatih frustrasi. Ia mencontohkan situasi ketika Mokio kehilangan battle tetapi kemudian berhasil merebut bola kembali, sesuatu yang menurutnya tidak selalu dilakukan sang pemain.
“Dia kadang bisa mengejar dan merebut kembali, tapi sering juga dia biarkan saja. Itu yang membuatnya sulit dipercaya,” ucap Perez.
Halaman Selanjutnya
Komentar senada datang dari El Ahmadi. Ia melihat kontras tajam antara performa Mokio di dua babak. Menurutnya, fenomena ini juga terjadi pada beberapa pemain Ajax belakangan ini tampil tajam di awal, lalu menurun setelah jeda.









