Minggu, 15 Februari 2026 – 22: 01 WIB

Jakarta — Ekonom Center for Islamic Studies in Money, Economics, and Development (CISFED), Farouk Abdullah Alwyni menilai, Indonesia perlu mengutamakan jalur Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Trump Ancam Kerahkan Kekuatan Besar Jika Dialog dengan Iran Gagal

Hal itu dinilai lebih tepat, alih-alih ketimbang menjadikan Board of Tranquility (BoP) sebagai poros utama diplomasi.

“Saya menegaskan bahwa jalur utama diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina seharusnya dilakukan melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), bukan melalui online forum non-multilateral seperti Board of Tranquility (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,” kata Farouk dalam keterangannya, Minggu, 15 Februari 2026

img_title

Kemenlu Pastikan Pasukan Stabilisasi di Gaza Tak Terlibat Operasi Tempur

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pembentukan Dewan Perdamaian Gaza

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri pembentukan Dewan Perdamaian Gaza

Foto:

  • Tangkapan layar YouTube Associated Press

Menurutnya, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan rekam jejak panjang dalam diplomasi International South, Indonesia memiliki modal moral, politik, dan historis untuk memimpin konsolidasi dunia Islam melalui Organisasi Kerja Sama Islam.

img_title

Tolak Board of Peace, Gus Salam: Skema Itu Beresiko jadi Pola Baru Penindasan

Dia menilai, OKI merupakan satu-satunya discussion forum multilateral dunia Islam yang memiliki legitimasi internasional, mewakili kepentingan negara-negara Muslim, serta secara eksplisit menjadikan Palestina sebagai isu utama sejak awal berdiri.

Farouk mendorong Indonesia menginisiasi diplomasi aktif dan ofensif melalui OKI, dengan menggalang negara-negara kunci dunia Islam seperti Iran, Turki, Arab Saudi, Qatar, Malaysia, dan Mesir.

Langkah tersebut menurutnya diperlukan, untuk menekan Amerika Serikat dan Eropa, menghentikan pendudukan Israel, serta mendorong kemerdekaan Palestina secara nyata dan terukur.

Di sisi existed, Farouk menilai BoP belum dapat disebut sebagai institusi multilateral yang matang. Forum yang digagas Presiden AS, Donald Trump itu, dinilai tidak lahir dari mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Serta tidak memiliki mandat internasional yang jelas, tidak memiliki mekanisme suksesi kepemimpinan, serta sangat bergantung pada figur individual penggagasnya.

Dia juga menyoroti bahwa sekutu utama Amerika Serikat seperti Inggris dan Prancis tidak bergabung dalam BoP, yang menurutnya menunjukkan lemahnya legitimasi dan kredibilitas discussion forum tersebut di tingkat worldwide.

“Piagam pendirian BoP tidak secara eksplisit menyebut Palestina atau Gaza, tidak memiliki peta jalan kemerdekaan Palestina, serta tidak menyediakan mekanisme akuntabilitas maupun condition pengamat yang jelas,” ujarnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

AS Siagakan Pesawat Pembom B- 2 di Tengah Ketegangan dengan Iran

Pesawat pembom siluman B- 2 dan pesawat Amerika Serikat (AS) lainnya yang mampu menyerang Iran, tetap berada pada tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi dari biasanya.

img_title

VIVA.co.id

15 Februari 2026

Tautan Sumber