Dua anak perusahaan FirstEnergy Corp. mengumumkan rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas alam baru berkapasitas 1.200 MW di lahan yang berdekatan dengan Pembangkit Listrik Fort Martin bertenaga batu bara milik perusahaan di West Virginia. Mon Power dan Potomac Edison pada 13 Februari mengumumkan fasilitas baru tersebut berlokasi di lahan seluas 35 hektar di Maidsville, Virginia Barat. Perusahaan utilitas tersebut mengajukan permohonan kepada Komisi Pelayanan Publik (PSC) negara bagian untuk pembangkit listrik baru, dan juga telah meminta PSC untuk menyetujui rencana pembangunan tiga pembangkit listrik tenaga surya baru di negara bagian tersebut. PSC dalam email ke media menulis, “Menurut pengajuan, perusahaan menyatakan proyek gabungan tersebut dimaksudkan untuk mengatasi defisit energi dan mengurangi potensi kekurangan kapasitas sekaligus mendukung layanan listrik yang andal.” Fasilitas Fort Martin adalah pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1.100 MW yang telah beroperasi sejak tahun 1967. Stasiun berbahan bakar gas tersebut, jika disetujui oleh PSC, dapat mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2031, menurut pengajuan. Perusahaan-perusahaan tersebut mengatakan mereka memperkirakan PSC akan mengeluarkan keputusan mengenai permohonan tersebut pada tahun depan, yang akan memungkinkan pembangunan dilakukan secepatnya pada tahun 2027. PSC mengatakan pembangkit listrik siklus gabungan tersebut mewakili investasi sebesar $2,84 miliar. (keterangan id=”attachment_224586″ align=”alignnone” width=”640″)

Pembangkit Listrik Fort Martin berkapasitas 1.100 MW terletak di Maidsville, Virginia Barat, di Sungai Monongahela. Ini memiliki dua unit berbahan bakar batubara. Dimiliki oleh Monongahela Power (Mon Power), bagian dari FirstEnergy Corp. Sumber: Mon Power(/caption) Jim Myers, presiden FirstEnergy di West Virginia dan Maryland, berkata, “Pembangkit Listrik Fort Martin sudah menjadi bagian penting dari infrastruktur listrik kami, dan pembangkit listrik baru ini dibangun berdasarkan kekuatan tersebut. Dengan menambahkan pembangkit listrik gas alam modern di samping pembangkit listrik kami yang sudah ada, kami memastikan keluarga dan bisnis di seluruh Virginia Barat memiliki listrik yang andal dan terjangkau yang mereka andalkan saat ini dan di tahun-tahun mendatang.”

Perusahaan-perusahaan tersebut dalam siaran persnya pada hari Jumat mengatakan bahwa pembangkit listrik berbahan bakar gas alam “merupakan bagian penting dari Rencana Sumber Daya Terpadu (IRP) Mon Power dan Potomac Edison, yang menguraikan bagaimana perusahaan akan terus menyediakan listrik yang andal dan terjangkau kepada pelanggan selama dekade berikutnya. Rencana tersebut juga menyerukan kelanjutan pengoperasian pembangkit listrik Fort Martin dan Harrison dan menambah sumber daya tenaga surya baru untuk menciptakan portofolio energi yang lebih seimbang dan tangguh.” Fasilitas Harrison, yang terletak di Haywood, Virginia Barat, adalah pembangkit listrik tenaga batu bara berkapasitas 1.984 MW. Tiga unit pabrik tersebut masing-masing telah beroperasi sejak tahun 1972, 1973, dan 1974. Pembangkit listrik tenaga batu bara di West Virginia termasuk di antara pembangkit listrik yang dijadwalkan menerima pendanaan melalui program Departemen Energi AS (DOE) yang diumumkan pada awal Februari. Appalachian Power mengatakan pihaknya mengajukan pendanaan sebesar $35 juta untuk peningkatan Pembangkit Listrik John Amos di Putnam County dan Pembangkit Listrik Mountaineer di Mason County. DOE pada 11 Februari mengatakan akan mengalokasikan $175 juta untuk meningkatkan setidaknya enam fasilitas pembangkit listrik tenaga batu bara di empat negara bagian, termasuk di West Virginia. DOE mengatakan pendanaan tersebut merupakan bagian dari program senilai $525 juta yang berfokus pada perbaikan armada pembangkit listrik tenaga batu bara di negara tersebut. Otoritas Lembah Tennessee (TVA), sebuah perusahaan utilitas milik pemerintah federal yang melayani sebagian dari tujuh negara bagian, juga pada hari Rabu mengatakan akan memperpanjang operasi dua pembangkit listrik tenaga batu bara yang masing-masing dijadwalkan untuk pensiun pada tahun 2026 dan 2028 tanpa batas waktu. TVA dipimpin oleh dewan direksi yang ditunjuk oleh presiden untuk masa jabatan lima tahun.

Mon Power dan Potomac Edison di IRP juga sedang mencari persetujuan untuk pembangkit listrik tenaga surya baru sebesar 70 MW. Perusahaan-perusahaan tersebut mengatakan proyek-proyek yang diusulkan akan dibangun di atas lahan bekas industri dan pertambangan yang direklamasi. Proyek-proyek tersebut meliputi:

  • Pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 50 MW di bekas tambang terbuka seluas 188 hektar di lapangan terbang pribadi di Valley Point (Preston County).

  • Rangkaian pembangkit listrik berkekuatan 8,4 MW di lahan seluas 51 hektar yang mengelilingi gardu induk Mon Power di kawasan Wylie Ridge di Weirton (Hancock County).

  • Instalasi 11,5 MW di lahan tambang seluas 44 hektar yang direklamasi di Davis (Tucker County).

Perusahaan utilitas mengatakan lokasi baru tersebut akan melengkapi portofolio tenaga surya perusahaan yang sudah ada sebesar 30 MW yang telah dibangun sejak tahun 2024 di brownfield dan bekas lokasi industri. Mon Power menawarkan program berlangganan tenaga surya yang memungkinkan pelanggan West Virginia untuk mendukung energi terbarukan dengan membeli kredit energi terbarukan tenaga surya yang dihasilkan dari proyek-proyek dalam negeri. Potomac Edison menawarkan program tenaga surya komunitas kepada pelanggan Maryland yang memungkinkan penduduk dan bisnis berlangganan proyek tenaga surya lokal, menerima kredit pada tagihan listrik mereka tanpa memasang panel. Mon Power melayani sekitar 395,000 pelanggan di 34 wilayah West Virginia. Potomac Edison melayani sekitar 285.000 pelanggan di tujuh wilayah di Maryland, dan 155.000 pelanggan di Eastern Panhandle West Virginia. Darrell Proctor adalah editor senior untuk POWER.

Tautan Sumber