Minggu, 15 Februari 2026 – 16:14 WIB

Jakarta – Salah satu motor penggerak penolakan penggusuran TPU Menteng Pulo II, Ronal, mengakui peran aktif Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia dalam meredam ketegangan antara warga dan pemerintah. Ia menyebut kehadiran langsung jajaran kementerian menjadi titik balik komunikasi yang sebelumnya berjalan alot.



Terungkap! Motif Pembunuhan Pria di TPU Bekasi, Ternyata 2 Pelaku Punya…

Menurut Ronal, perwakilan kementerian HAM, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Mikael Azedo Harwito turun langsung ke lokasi dan menawarkan solusi konkret kepada warga.

“Pihak Kementerian HAM, Pak Azedo, KaKanwil HAM yang mau turun tangan akhirnya memberikan solusi ke kami,” ujarnya sebagaimana dilihat dalam perbincangan di Channel Youtube Torpedo Podcast, Minggu 15 Februari 2026.


img_title

Pria Tewas di TPU Bekasi Ternyata Dibunuh Teman Lama, Dua Pelaku Ditangkap

Ia mengungkapkan, awalnya warga mengira kedatangan pejabat pemerintah hanya sebatas formalitas. Ronal mengaku sempat berpikir kehadiran tersebut sekadar menjalankan tugas administratif tanpa keseriusan mendengar aspirasi warga.

“Saya pikir hanya tugas pemerintah saja, formalitas turun ke lapangan, jepret-jepret, selesai. Saya pikir seperti itu. Ternyata beliau tidak seperti itu,” katanya.


img_title

Pria Misterius Ditemukan Tewas Dengan Luka di Leher di TPU Bekasi, Diduga Dibunuh

Ronal menilai pendekatan yang dilakukan berbeda karena dilakukan secara personal dan menyentuh sisi kemanusiaan warga.

“Beliau langsung ketemu warga itu dari hati, bukan secara birokrasi. Turun ke sini dengan kondisi tempat yang mecek-mecekan, tanah merah, langsung lihat,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran langsung di tengah kondisi lapangan yang tidak mudah menjadi bukti keseriusan negara dalam mencari jalan keluar. Dialog yang dibangun pun berlangsung terbuka tanpa sekat formalitas.

“Memang beliau salah satu yang membuat akhirnya warga meredam dan mau diajak kerja sama. Kita sudah dewasa dan bisa melihat mana yang benar-benar tulus membantu,” ungkap Ronal.

Ia menambahkan, setelah hasil komunikasi disampaikan kepada warga lainnya, respons yang muncul justru positif.

“Akhirnya kita sampaikan ke warga dan warga juga mendengar. Tidak ada penolakan dari warga, kita percayakan ke beliau,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, polemik penggusuran di TPU Menteng Pulo II sempat memicu penolakan dari sebagian warga yang menempati area tersebut. Namun melalui pendekatan dialogis dan pendampingan, warga (105 KK) kini telah direlokasi ke Rusunawa Jagakarsa. Hal ini menandai hadirnya negara dalam memastikan proses berjalan lebih manusiawi dan solutif.

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai

Menteri Pigai Ngaku Uang Pribadinya Habis Gegara Tak Ada Anggaran Bansos

Natalius Pigai berharap agar kementerian HAM dapat memiliki anggaran bantuan sosial untuk membantu masyarakat yang terjadi konflik di daerah masing-masing.

img_title

VIVA.co.id

2 Februari 2026

Tautan Sumber