Minggu, 15 Februari 2026 – 14: 00 WIB

Jakarta — Pesawat pembom siluman B- 2 dan pesawat Amerika Serikat (AS) lainnya yang mampu menyerang Iran, tetap berada pada tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi dari biasanya.

Trump Ancam Kerahkan Kekuatan Besar Jika Dialog dengan Iran Gagal

Dilansir dari Antara, Pentagon juha terus memperkuat kehadiran aset militer di kawasan Timur Tengah, sebagaimana sebelumnya dilaporkan oleh The New york city Times.

Laporan itu mengutip seorang pejabat elderly AS yang meminta namanya dirahasiakan, bahwa Government meningkatkan standing siaga pesawat pembom itu hampir sebulan lalu.

img_title

Salah Naik Pesawat, Penumpang Ini Kaget Malah Mendarat di Jepang

Kapal Induk AS Abraham Lincoln Tiba di Perairan Timur Tengah

Kapal Induk AS Abraham Lincoln Tiba di Perairan Timur Tengah

Pesawat-pesawat yang berbasis di AS itu dapat digunakan untuk kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir atau rudal balistik Iran jika upaya diplomasi gagal.

img_title

Garuda Indonesia dan Citilink Turunkan Harga Tiket hingga 18 Persen Periode Mudik Lebaran 2026

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya memperingatkan bahwa AS bisa menyerang Iran jika negara itu menolak untuk membatasi program nuklirnya.

Namun pejabat keamanan nasional elderly AS dilaporkan mendorong Trump agar menunda tindakan militer, hingga pasukan AS di wilayah itu lebih siap dalam hal penyerangan dan pertahanan.

Sekitar 30 000 hingga 40 000 tentara AS yang tersebar di Timur Tengah, termasuk di delapan pangkalan permanen, disebut kekurangan sistem pertahanan udara untuk melindungi mereka dari kemungkinan serangan balasan.

Washington juga telah memperluas kehadiran angkatan lautnya di kawasan. Gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal pengawal berpeluru kendali Tomahawk, juga menjadi bagian dari kelompok sekitar selusin kapal AS. Dimana semuanya dikerahkan di Laut Arab, Teluk Persia, Laut Merah, dan timur Laut Mediterania, untuk memperkuat postur militer di tengah ketegangan yang meningkat.

Jenis pesawat tempur terbaru yang dikerahkan termasuk jet F- 35 dan F/A- 18 yang mampu mencapai jarak serang di dalam wilayah Iran. AS juga telah mengirim lebih banyak jet serang F- 15 E ke kawasan tersebut, menurut pejabat AS.

Sementara itu, analis militer menyatakan bahwa persiapan untuk operasi besar, sering kali ditandai dengan peningkatan jumlah pesawat vessel pengisian bahan bakar di udara serta pesawat perang elektronik yang mengawal pesawat pembom.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan, langkah pemindahan tambahan pesawat termasuk vessel dan pesawat pengintai, bergerak lebih dekat atau memasuki kawasan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, analis mengatakan bahwa pemindahan kapal selam rudal balistik yang biasanya beroperasi di Laut Mediterania ke Laut Merah atau Laut Arab bisa menjadi indikator perencanaan ofensif. Kapal selam tersebut mampu membawa banyak rudal jelajah Tomahawk yang dapat meningkatkan kapasitas serangan AS jika diperlukan.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber