Minggu, 15 Februari 2026 – 12: 50 WIB
London, VIVA– Mobil contemporary kini tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi sudah berubah menjadi perangkat canggih yang dipenuhi layar, sensor, dan koneksi electronic. Semua teknologi itu dijanjikan untuk membuat berkendara lebih mudah dan nyaman, namun kenyataannya tidak selalu seperti yang diharapkan.
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak teknologi yang disematkan, tingkat kenyamanan dan keandalan justru ikut terpengaruh. Banyak pemilik mobil mulai merasakan gangguan kecil yang muncul dari sistem electronic yang terlalu kompleks.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoop Minggu 15 Februari 2026, penelitian tersebut melibatkan lebih dari 33 ribu pemilik mobil tahun produksi 2023 yang sudah digunakan selama tiga tahun. Mereka diminta melaporkan berbagai masalah yang dirasakan dalam penggunaan sehari-hari, mulai dari fitur indoor hingga performa kendaraan.
Hasilnya, jumlah keluhan justru meningkat dibanding tahun sebelumnya. Rata-rata masalah yang dilaporkan mencapai 204 kasus per 100 kendaraan, menjadi angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Sistem infotainment menjadi penyumbang keluhan paling banyak dibanding bagian lain. Fitur yang seharusnya memudahkan justru sering membuat pengguna merasa kesal saat digunakan.
Masalah yang paling sering muncul berkaitan dengan koneksi ponsel ke mobil. Mulai dari sambungan yang tiba-tiba terputus, Bluetooth yang tidak stabil, hingga pengisian daya nirkabel yang tidak konsisten.
Aplikasi bawaan kendaraan juga ikut menyumbang keluhan karena terkadang sulit terhubung atau berjalan lambat. Hal-hal kecil seperti ini terasa sepele, tetapi cukup mengganggu jika terjadi berulang kali dalam penggunaan harian.
Selain teknologi di dalam kabin, keluhan juga datang dari bagian luar kendaraan. Beberapa pemilik melaporkan suara aneh, celah panel yang kurang rapi, hingga detail kecil yang menurunkan rasa nyaman.
Pembaruan perangkat lunak jarak jauh atau over the air juga menjadi sorotan. Banyak mobil kini bisa menerima pembaruan otomatis, tetapi tidak semua pengguna merasakan manfaat nyata setelahnya.
Sekitar 40 persen responden mengaku mobil mereka menerima pembaruan dalam setahun terakhir. Namun hanya sebagian kecil yang benar-benar merasakan peningkatan kinerja setelah upgrade dilakukan.
Sebagian besar pengguna justru merasa tidak ada perubahan berarti setelah pembaruan. Bahkan, ada yang melaporkan munculnya gangguan baru setelah sistem diperbarui.
Halaman Selanjutnya
Fenomena ini membuat pengalaman memiliki mobil terasa mirip seperti menggunakan gawai yang sering mengalami bug. Padahal, harapan awalnya teknologi canggih justru mempermudah kehidupan penggunanya.










