Minggu, 15 Februari 2026 – 12: 00 WIB
Jakarta — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Jumat 13 Februari 2026 kemarin mengatakan, pihaknya siap mengerahkan “kekuatan yang sangat besar” jika negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran gagal.
Hal itulah yang dijadikan Trump sebagai theme, dari langkah pengiriman kapal induk kedua ke kawasan tersebut.
“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya … Jika kita memiliki kesepakatan, kita bisa menghentikannya lebih cepat,” kata Trump, dikutip dari Antara, Minggu, 15 Februari 2026
Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi
“Itu akan berangkat. Akan segera berangkat. Kita sudah memiliki satu di sana yang baru saja tiba … Kita menyiapkannya. Sebuah kekuatan besar, sangat besar,” ujarnya.
Pernyataannya Trump mengenai pengiriman kapal tersebut muncul setelah media lokal melaporkan, AS akan mengirimkan USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk mendukung kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln.
Saat ditanya mengenai negosiasi dengan Iran, Trump mengatakan ia berpikir bahwa negosiasi tersebut akan “berhasil.”
“Dan jika tidak, itu akan menjadi hari yang buruk bagi Iran– sangat buruk,” kata Trump.
Diketahui, sebelumnya dengan dimediasi oleh pihak Oman, AS dan Iran telah mengadakan pembicaraan tidak langsung di ibu kota Muscat, pada 6 Februari 2026, untuk membahas program nuklir Teheran.
Pertemuan tersebut menandai berakhirnya penangguhan selama sekitar delapan bulan setelah AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran di tengah eskalasi konflik Iran-Israel pada Juni 2025
Di tengah negosiasi tersebut, AS secara signifikan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan itu. Trump juga memperingatkan Iran bahwa negara itu harus mencapai kesepakatan.
Pengayaan uranium tetap menjadi titik utama perselisihan. AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium, dan memindahkan uranium yang diperkaya tingkat tinggi ke luar negeri. Tuntutan tersebut ditolak dengan tegas oleh Teheran.
Washington juga berupaya memasukkan program rudal Iran serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan ke dalam negosiasi, tetapi Teheran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan merundingkan isu di luar program nuklirnya.
Donald Trump Sebut Netanyahu Harus Diampuni Atas Kasus Korupsinya
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu seharusnya menerima pengampunan atas tuduhan korupsi.
VIVA.co.id
13 Februari 2026










