Ketua Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee dilaporkan mengirimkan bunga dan permen kepada calon Perdana Menteri Bangladesh dan pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) Tarique Rahman menyusul kemenangan telak partainya dalam pemilihan umum baru-baru ini.
Menurut kantor berita milik pemerintah Bangladesh, Bangladesh Sangbad Sangstha (BSS), hadiah tersebut diterima oleh anggota sel media BNP Atiqur Rahman Ruman di kantor politik ketua partai di Gulshan.
Sebelumnya pada hari Jumat, Ketua Menteri Mamata Banerjee mengucapkan selamat kepada Tarique Rahman, partainya, dan pemangku kepentingan politik lainnya atas kemenangan signifikan BNP dalam pemilihan parlemen. Dalam postingannya di X, ia menyampaikan harapan terbaiknya kepada masyarakat Bangladesh dan menyampaikan salam menjelang Ramadhan.
Tambahkan Zee News sebagai Sumber Pilihan
Dalam sebuah postingan di X, ia menulis, “Selamat dari lubuk hati saya, Shubhonandan, kepada semua saudara dan saudari saya, seluruh rakyat, di Bangladesh. Saya memajukan Ramazan mubarak kepada mereka semua. Atas kemenangan besar ini, saya ucapkan selamat kepada Tarique-Bhai saya, partainya, dan semua pihak. Doakan kalian semua baik-baik saja dan berbahagia. Semoga hubungan kita dengan Bangladesh selalu baik.”
Ketua Menteri Mamata Banerjee juga menyampaikan harapannya agar hubungan antara India dan Bangladesh akan tetap baik dan kooperatif.
Pergeseran politik besar di Bangladesh
Pemilihan umum Bangladesh tahun 2026, yang diadakan pada tanggal 12 Februari, menandai perubahan politik besar di negara tersebut. Ini adalah pemilu nasional pertama sejak protes besar-besaran pada tahun 2024 yang menyebabkan tergulingnya Perdana Menteri Sheikh Hasina.
BNP, yang dipimpin oleh Tarique Rahman, meraih mayoritas besar dalam pemilu, sementara aliansi Jamaat-e-Islami muncul sebagai blok oposisi utama.
Dengan kemenangan ini, Rahman akan menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh berikutnya. Upacara pengambilan sumpahnya akan berlangsung pada Selasa sore di Plaza Selatan Parlemen Nasional.
Undangan dikirim ke 13 negara untuk upacara pengambilan sumpah PM Bangladesh
Profesor Muhammad Yunus, Kepala Penasihat pemerintah sementara, melaporkan bahwa dia telah mengundang para pemimpin dari 13 negara untuk menghadiri upacara pengambilan sumpah. Menurut laporan media yang mengutip Prothom Alo, daftar ini mencakup India, Tiongkok, Pakistan, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Malaysia, Brunei, Sri Lanka, Nepal, Maladewa, dan Bhutan.
Meskipun Perdana Menteri Narendra Modi telah menerima undangan, kemungkinan besar ia tidak akan datang ke Dhaka untuk menghadiri upacara tersebut karena ada janji sebelumnya. Laporan menunjukkan bahwa dia mungkin menghadiri AI Impact Summit 2026 bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari New Delhi mengenai keterwakilannya pada acara tersebut, diperkirakan India dapat mengirimkan pejabat senior menggantikan Perdana Menteri Modi.









