Untuk memperingati Hari Valentine 2026, Gedung Putih merilis serangkaian aesthetic tidak konvensional yang memicu perdebatan sengit. Beralih dari pesan-pesan romantis tradisional, pemerintah membagikan “kartu” digital yang menampilkan tema-tema geopolitik, termasuk penangkapan mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan usulan aneksasi Greenland.

Pesan Hari Valentine dibagikan di akun Instagram resmi Gedung Putih. (Instagram/@whitehouse)

Postingan media sosial Gedung Putih memuat beberapa gambar mencolok yang memadukan ucapan selamat hari raya dengan tujuan kebijakan luar negeri yang agresif.

Baca Juga: Gedung Putih mengatakan akan menghemat $ 2 400 bagi warga Amerika untuk pembelian mobil. Begini caranya

Kartu pertama menampilkan foto utama mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro, yang ditangkap oleh pasukan AS pada Januari 2026, di samping teks bertuliskan, “Kamu merebut hatiku”. Mereka merayakan “membawa Maduro ke pengadilan” sebagai hadiah Valentine untuk rakyat Amerika.

Visual lain yang menggambarkan Greenland di dalam hati mencakup teks yang berbunyi, “Ini saatnya kita mendefinisikan situasi kita.”

Postingan Hari Valentine tersebut menampilkan keterangan yang berbunyi, “Dibuat khusus untuk Anda.”

Lihat visual lainnya:

Apakah orang-orang menyukai kartu itu?

Postingan tersebut secara efektif telah membagi media sosial menjadi dua kubu vokal, sehingga memicu badai perdebatan. Para pendukung pemerintah memuji postingan tersebut sebagai karya terbaik dalam “transparansi yang berani,” dan memuji penggunaan humor. Di sisi lain, para kritikus mengecam visual tersebut sebagai sesuatu yang “kasar” dan “tidak pantas” dari kantor eksekutif, dengan alasan bahwa menggunakan hari kasih sayang untuk merayakan intervensi militer dan ambisi teritorial merupakan penyimpangan yang mengganggu dari norma-norma internasional.

Baca Juga: Gedung Putih mengubah lembar fakta kesepakatan perdagangan India-AS untuk ‘menyesuaikan’ bahasanya

Seseorang berkomentar, “Greenland, sayang! Kami menginginkan hatimu, bukan hanya tanahmu! Amerika mencintaimu!” Yang existed menyatakan, “Presiden terlucu dan terbaik yang pernah ada.” Banyak yang bereaksi terhadap share tersebut dengan menggunakan emoticon hati.

Yang ketiga berkomentar, “Ini sangat menyedihkan. Tumbuhlah.” Yang keempat menulis, “Ini menyedihkan. Saya tidak percaya ini adalah akun resmi Gedung Putih. Kami hanya bercanda.” Beberapa orang lain mengungkapkan reaksi serupa terhadap postingan tersebut.

Tautan Sumber