Sabtu, 14 Februari 2026 – 13:31 WIB
Beijing, VIVA – China dikenal sebagai salah satu negara yang paling agresif mendorong penggunaan teknologi canggih di mobil modern. Namun kini, negara tersebut mulai menyadari bahwa terlalu banyak fitur digital justru bisa membawa risiko baru bagi pengemudi.
Pemerintah melalui Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China mulai menyiapkan aturan baru yang lebih ketat soal keselamatan. Fokus utamanya adalah memastikan teknologi tidak mengorbankan keamanan saat mobil digunakan di jalan.
Salah satu sorotan utama adalah penggunaan layar sentuh yang terlalu dominan di dalam kabin mobil. Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Sabtu 14 Februari 2026, banyak produsen menaruh hampir semua fungsi penting di layar, mulai dari lampu sein hingga pengaturan darurat.
Bagi sebagian orang, tampilan kabin yang bersih tanpa banyak tombol memang terlihat modern. Namun saat mobil sedang melaju, membuka menu di layar bisa mengalihkan perhatian dan membuat pengemudi tidak fokus.
Karena itu, China ingin mengembalikan fungsi tombol fisik untuk hal-hal penting yang berhubungan langsung dengan keselamatan. Fitur seperti lampu hazard, lampu sein, pemilih gigi, dan panggilan darurat nantinya wajib punya tombol khusus yang mudah dijangkau.
Langkah ini bisa dibilang cukup berani karena bertolak belakang dengan tren desain minimalis yang sedang populer. Banyak mobil listrik modern justru mengandalkan layar besar dan mengurangi tombol sebanyak mungkin.
Gaya interior seperti ini dipopulerkan oleh beberapa merek global dan kemudian diikuti banyak pabrikan mobil listrik asal China. Meski terlihat futuristis, kenyataannya tidak selalu praktis saat digunakan dalam kondisi nyata.
Selain soal tombol, pemerintah China juga mulai menyoroti bentuk setir yang tidak biasa. Model setir seperti yoke yang bentuknya mirip setengah lingkaran dianggap kurang aman saat terjadi kecelakaan.
Data kecelakaan menunjukkan bahwa bagian setir sering menjadi sumber cedera bagi pengemudi. Dengan bentuk setir bulat penuh, tubuh pengemudi dinilai memiliki perlindungan lebih baik saat terjadi benturan.
Masalah lain yang ikut disorot adalah gagang pintu tersembunyi yang selama ini dianggap keren dan modern. Dalam beberapa kasus kecelakaan, desain ini justru menyulitkan proses evakuasi karena pintu sulit dibuka dengan cepat.
Halaman Selanjutnya
Aturan baru juga menyentuh teknologi bantuan mengemudi yang semakin canggih. Sistem yang bisa mengemudi sendiri diwajibkan benar-benar aman dan mampu menghadapi situasi tak terduga di jalan.










