Ketika René Descartes berkata, “Saya berpikir, maka saya ada,” pada abad ke- 17, filsuf Perancis ini tidak mungkin bisa memahami berapa banyak hal yang perlu dipikirkan selama hampir empat abad ke depan. Dengan kemajuan dunia yang pesat, manusia menghadapi tantangan baru setiap saat. Dan dengan media yang mengamplifikasi setiap pengalaman, baik untuk promosi maupun propaganda, banyak hal yang harus kita pikirkan, meski tidak selalu menuju tujuan yang lebih besar dan mulia.
Baca Juga|Pelatih kebugaran Tamannaah Bhatia berbagi 3 pertukaran makanan kantor untuk menghilangkan lemak: ‘Dapat membuat perbedaan yang lebih besar daripada diet’
Terlalu banyak berpikir telah menjadi sebuah kutukan yang semakin umum bagi orang-orang di seluruh dunia, karena kita menggunakannya tidak hanya untuk mencoba menyederhanakan kehidupan kita yang semakin rumit, namun juga untuk mencari jalan keluar dari kenyataan. Namun, hidup hanya dalam pikiran dan bukan kenyataan jarang menjadi pertanda baik.
Untuk membantu mengatasi situasi ini, Dr Prashant Katakol, seorang ahli bedah saraf dengan pengalaman lebih dari 33 tahun, melalui Instagram pada 11 Januari dan membagikan proses dua langkah sederhana untuk berhenti berpikir berlebihan.
“Ketika Anda terlalu banyak berpikir, Anda menghabiskan banyak energi mental, dan tidak ada yang bergerak maju,” ujarnya dalam sebuah video clip. Dia menyarankan metode berikut untuk memutus lingkaran tersebut.
Langkah 1: Identifikasi dan sela seluruh tubuh
Langkah pertama untuk berhenti berpikir berlebihan adalah dengan menyadari bahwa mereka terlalu banyak berpikir, dan kemudian mencoba menghentikan tindakan tersebut secara fisik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara berikut:
- Berdiri
- Buang napas perlahan
- Gerakkan mata Anda dengan lembut dari sisi ke sisi selama beberapa detik
“Tindakan sederhana ini menenangkan amigdala dan membantu mengaktifkan hipokampus. Ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda tidak dalam bahaya,” jelas dokter.
Sesuai dengan Klinik Cleveland situs web, amigdala adalah pusat pemrosesan utama emosi di otak, sedangkan hipokampus bertanggung jawab atas memori dan pembelajaran.
Langkah 2: Berikan sedikit pekerjaan pada otak Anda
Untuk menghentikan otak berpikir berlebihan, adalah bijaksana untuk melibatkannya dalam hal lain. Dr Katakol menyarankan pekerjaan-pekerjaan kecil yang memerlukan sedikit usaha dan dapat segera diselesaikan, seperti:
- Melipat beberapa pakaian
- Mencuci piring
- Membersihkan sesuatu
“Menyelesaikan tugas kecil akan mengganggu pola dan membuat otak merasa tertutup,” ujar Dr Katakol.
Catatan untuk pembaca: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Selalu minta nasihat dari dokter Anda jika ada pertanyaan tentang suatu kondisi medis.
Laporan ini didasarkan pada konten buatan pengguna dari media sosial. HT.com belum memverifikasi klaim tersebut secara independen dan tidak mendukungnya.













