Senin, 9 Februari 2026 – 17:33 WIB
Jakarta, VIVA – Penjualan sepeda motor nasional pada awal tahun 2026 mulai menunjukkan pergerakan, meski baru memasuki bulan pertama. Data distribusi Januari 2026 yang diterima VIVA Otomotif Senin 9 Februari 2026 dari AISI menunjukkan bahwa pasar domestik masih menjadi penopang utama industri roda dua di Indonesia.
Baca Juga:
NJS Meriahkan Awal Tahun 2026 dengan Helm Baru
Pada Januari 2026, penjualan motor di dalam negeri secara wholesales atau dari pabrik ke diler tercatat mencapai 577.763 unit. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 560.301 unit.
Kenaikan ini memberi sinyal bahwa permintaan motor tetap stabil setelah memasuki pergantian tahun. Biasanya, awal tahun menjadi fase penyesuaian pasar sebelum kembali meningkat menjelang pertengahan tahun.
Baca Juga:
Bea Cukai Motor Mengalah Oli Genge Oli A
Selain pasar domestik, ekspor motor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) juga mencatat angka yang cukup baik. Pada Januari 2026, ekspor CBU mencapai 52.924 unit, meningkat dibanding Januari 2025 yang berada di angka 40.878 unit.
Sementara itu, ekspor dalam bentuk terurai atau Completely Knocked Down (CKD) pada Januari 2026 tercatat sebanyak 673.703 unit. Angka ini relatif stabil dibandingkan Januari 2025 yang berada di kisaran 674.701 unit.
Baca Juga:
Separuh Warga Indonesia Hidup Bersama Sepeda Motor
Kontribusi terbesar tetap datang dari ekspor komponen atau part by part. Pada bulan pertama 2026, jumlahnya mencapai 12.475.225 unit, naik signifikan dibandingkan Januari 2025 yang berada di angka 8.922.483 unit.
Jika melihat tren sepanjang 2025, penjualan domestik motor secara total mencapai 6.412.769 unit. Angka tersebut menjadi gambaran bahwa pasar roda dua masih memiliki basis konsumen yang kuat di dalam negeri.
Distribusi sepanjang 2025 juga menunjukkan pola yang konsisten, dengan penjualan bulanan berada di kisaran 400 ribu hingga 590 ribu unit. Oktober menjadi salah satu bulan dengan capaian tertinggi, yakni sekitar 590 ribu unit.
Awal tahun 2026 yang langsung dibuka dengan angka di atas 570 ribu unit memperlihatkan bahwa daya beli masyarakat terhadap sepeda motor masih cukup terjaga. Motor tetap menjadi pilihan utama sebagai alat transportasi harian karena dinilai praktis dan efisien.
Kinerja ekspor yang juga mulai bergerak di bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri masih memiliki peran penting untuk pasar global. Baik unit utuh, CKD, maupun komponen masih menjadi tulang punggung kontribusi industri otomotif roda dua Indonesia.
Motor Sport Rp70 Jutaan Ini Punya Teknologi yang Jarang Ada di Kelasnya
QJMotor membawa tiga sorotan utama yang mewakili kebutuhan pengendara berbeda, mulai dari petualang, pencinta sport, hingga mereka yang tertarik dengan teknologi pintar.
VIVA.co.id
6 Februari 2026











