Senin, 9 Februari 2026 – 16: 40 WIB

Jakarta — Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Dengan karakter wilayah tropis, mobilitas penduduk tinggi, serta tantangan perubahan iklim, negara-negara ASEAN menghadapi risiko yang relatif serupa dalam pengendalian penyakit ini. Situasi tersebut mendorong perlunya pendekatan lintas negara yang lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.

Baca Juga:

Risiko Dengue Meningkat Saat Hujan, Upaya Pencegahan Harus Diperkuat

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Indonesia mengambil peran strategis dengan menjadi tuan rumah Online forum Regional Asia Tenggara pertama untuk Pencegahan dan Pengendalian Dengue. Discussion forum ini digagas oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue serta sejumlah mitra local, sebagai wadah awal untuk memperkuat kolaborasi antarnegara ASEAN dalam menekan laju kasus dengue.

Information Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan lebih dari 3, 9 miliar orang di dunia berisiko terinfeksi dengue, dengan sekitar 390 juta kasus terjadi setiap tahun. Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan dengan beban tertinggi, dipengaruhi oleh urbanisasi cepat, kepadatan penduduk, serta mobilitas lintas batas negara yang semakin intens.

Baca Juga:

Teknologi Bedah Jantung Minim Sayatan, Harapan Baru Pemulihan Lebih Cepat

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Murti Utami, menegaskan bahwa dengue masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kerja sama regional yang kuat.

“Kita melihat dengue ini, infeksi dengue itu di kawasan ASEAN ini kan memang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat,” ujarnya di Jakarta pada Senin, 8 Februari 2026

Baca Juga:

Golkar Dorong Pemerintah Tingkatkan Teknologi Kesehatan untuk Tangani Kanker

Ia menjelaskan, Indonesia melihat pentingnya membangun kolaborasi antarnegara ASEAN untuk memperkuat strategi pengendalian dengue secara kolektif.

“Nah oleh karena itu tentu kolaborasi dari negara-negara khususnya negara anggota ASEAN ini menjadi penting untuk kita bisa memperkuat dalam penanggulangan dengue di jajaran ASEAN,” lanjut Murti.

Discussion forum local ini menjadi langkah awal untuk menyatukan berbagai pendekatan yang selama ini dilakukan masing-masing negara. Setiap delegasi diharapkan dapat berbagi praktik terbaik, tantangan, serta inovasi yang telah diterapkan di negaranya masing-masing.

“Hasil konkretnya nanti yang diharapkan … masing-masing negara nanti bisa membuat usulan-usulan. Apa sih penanggulangan dengue yang mereka lakukan di negara mereka dan apa usulan untuk kita bawa ke dalam online forum ASEAN,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Lebih jauh, Murti menekankan bahwa penyakit menular seperti dengue bersifat lintas batas dan membutuhkan solidaritas regional.

Tautan Sumber