Oleh: Irman Gusman – Ketua DPD RI 2009-2016 dan Senator Asal Sumatera Barat 2024-2029
Senin, 09 Februari 2026 – 19:47 WIB
Ketua DPD RI 2009-2016 dan Senator Asal Sumatera Barat 2024-2029 Irman Gusman. Foto: Ricardo/JPNN.com
jpnn.com – Kita semua patut menundukkan kepala, karena ada seorang Siwa Kelas IV SD Negeri di Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) gantung diri hanya karena ibunya tak sanggup lagi membeli buku tulis dan pulpen.
Kalau setelah lebih dari 80 tahun merdeka ternyata ada anak berusia 10 tahun gantung diri karena miskin, itu tamparan yang amat keras di wajah bangsa ini.
Kita semua harus merasa bersalah dan bersalah. Sebab di tengah nyamannya hidup di kota besar, Yohanes Bastian Roja (YBR) menegur kami dengan bunuh diri, karena tidak ada tempat untuk mengadu, tidak ada jalan lain baginya untuk mengungkapkan keluh kesahnya.
Kalau anak sekecil itu begitu peduli pada penderitaan ibunya — seorang janda yang bersusah payah menghidupi lima anak hanya dengan berjualan kayu bakar — sehingga ia tak tega membebani ibunya lantas mengakhiri hidupnya, di mana kepekaan dan kesalehan sosial kita; di mana manifestasi keimanan kita; di mana kepala desa, camat, bupati, gubernur, menteri-menteri, anggota-anggota legislatif; mata kita semua tertuju ke mana?
YBR bagaikan puncak gunung es di tengah lautan penderitaan rakyat kecil yang terlupakan dan tak berdaya, yang hanya bisa menonton pameran kemewahan di bangsa ini.
YBR adalah raungan dan jeritan hening atas penderitaan masyarakat miskin di daerah tertinggal, yang biasanya dianggap biasa saja.
Andai tak terjadi tragedi itu, tak muncul pula kepedulian tulus terhadap nasib ribuan bahkan jutaan warga bangsa yang hanya bisa bermimpi tentang pemerataan hasil-hasil pembangunan.
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan dan jumlah warga miskin pun kabarnya berkurang.
Kita semua patut menundukkan kepala, karena ada seorang anak kelas IV SD Negeri di Kabupaten Ngada, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) gantung diri.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita








